Convergence Ventures Telah Gelontorkan Pendanaan Senilai US$30 Juta

Convergence Ventures mengumumkan kesuksesan penutupan dari modal pendanaan dengan nilai komitmen lebih dari US$30 juta.
Mia Chitra Dinisari | 02 November 2016 10:34 WIB
Tim Convergence Ventures - dokumentasi

Bisnis.com, JAKARTA- Convergence Ventures mengumumkan kesuksesan penutupan dari modal pendanaan dengan nilai komitmen lebih dari US$30 juta.

Managing Partner Convergence Ventures mengatakan hasil tersebut melebihi target awal pendanaan yang diperkirakan perusahaan.

Dia menyebutkan dana tersebut telah diinvestasikan di lebih dari 17 perusahaan tahap awal dan seed, "Banyak pula dari mereka yang telah meraih pendanaan tahap selanjutnya dan telah berhasil menguasai pangsa pasar. Contohnya, Qraved, Yelp versi Indonesia, adalah ulasan restoran lokal dan direktori pencarian dengan beberapa juta pengguna setiap bulannya. Perusahaan lainnya, Paktor, pemimpin pasar regional di bidang aplikasi kencan dengan lebih dari satu juta pengguna aktif, baru saja menutup pendanaan yang dipimpin oleh Yahoo Japan," ujarnya dalam siaran persnya.

Strategi dari Convergence Ventures adalah untuk berinvestasi pada perusahaan internet dan mobile tahap awal dan aktif memberikan support dengan memberikan dukungan servis internal. “Convergence Ventures bertujuan untuk mengembangkan dan membantu entrepreneur lebih dari hanya sekedar modal yang kami  investasikan untuk menjadikan perusahaan tersebut pemimpin di pasar Indonesia dan juga pasar ASEAN. Contohnya, tahun ini saja tim rekrutmen kami telah menempatkan 15 posisi penting di perusahaan portfolio.” kata Adrian.

Donald Wihardja, yang merupakan Deputy Chairman dari Asosiasi Modal Ventura dan Startup  Indonesia (AMVESINDO) dan penasihat dari pemerintah Indonesia di bidang inisiatif digital, menambahkan sebagai pasar yang paling besar di ASEAN, Indonesia akan perlahan menjadi titik perhatian dari peluang internet dan mobile di tingkat regional.

"Dengan perencanaan dukungan pemerintah dan inisiatif pengusaha dan investor, kami percaya perkembangan industri ini akan terus melejit.” ujarnya.

Convergence Ventures berencana untuk memaksimalkan relasinya di China untuk membawa kerja sama strategis dan investor baru kepada startup yang memiliki fokus pada pasar Indonesia. Pada Juni tahun ini, Convergence telah mengoordinasi kunjungan dari 7 orang China Angels, sebuah grup kecil dari pengusaha dan investor sukses dan sangat berpengaruh di Tiongkok, yang meliputi Li Kai Fu, Pendiri dari Sinovation Ventures, Cai Wen Sheng, Chairman dari Meitu, dan Xu Xiao Ping, Pendiri dari Zhen Fund.

“Sebagai seorang mitra terbatas (LP) di Convergence Ventures, saya berencana untuk membantu tidak hanya dalam soal pendanaan, tapi juga membagikan pengalaman dan jaringan kami untuk membantu entrepreneur di Indonesia.”  ujar Mr. Xu yang merupakan  Chairman dari The China Angels

Convergence Ventures berencana untuk berinvestasi di total 30 perusahaan tahap awal dengan tetap fokus pada peluang digital dan mobile yang terbaik di Indonesia.

Convergence Ventures sendiri dibangun oleh Adrian Li dengan menyatukan pengalaman, jaringan
dan modal dari Mitra Terbatas (Limited Partners) yang bevariasi dan berasal dari entrepreneur di bidang teknologi yang sukses, investor global yang berpengalaman serta institusi dari berbagai negara di Asia dan Amerika Serikat untuk berinvestasi di bidang consumer internet dan mobile di Indonesia.

Pertumbuhan yang pesat pada jumlah masyarakat kelas menengah di Indonesia yang diprediksi mencapai 141 juta sampai dengan tahun 2020 akan menumbuhkan skala pasar eCommerce di Indonesia sampai dengan US$140 miliar dalam jangka waktu lima tahun mendatang. Pertumbuhan yang cepat pada pendapatan masyarakat dan perkembangan penggunaan smartphone, diprediksi akan mencapai angka 100 juga pengguna pada tahun 2020, telah menciptakan kondisi yang kondusif untuk berinvestasi di bisnis mobile dan internet.

Para partner Convergence Ventures, Adrian Li dan Donald Wihardja, memiliki lebih dari 10 tahun pengalaman di bidang operasional dan investasi yang didapatkan dari Tiongkok serta Indonesia. Adrian, yang merupakan lulusan dari Universitas Cambridge dan mendapat gelar MBA dari Stanford GSB, telah sukses membangun Idapted, sebuah bisnis pendidikan online di Tiongkok sebelum bergabung dengan Rocket Internet sebagai

Managing Director. Donald, yang merupakan lulusan Universitas California Berkeley dan Cornell, merupakan mantan CTO dari Principia private equity dan Country Manager dari 2C2P, pemimpin regional di bidang bisnis pembayaran. Tim dari Convergence Ventures, yang bertempat di Jakarta, juga terdiri dari 3 orang professional di bidang investasi dan 3 orang di bidang operasional untuk menunjang portfolio, termasuk salah satunya inhouse recruiter.

Convergence Ventures telah membangun kerjasama strategis dengan perusahaan teknologi dan media yang memimpin pasar lokal seperti Baidu dari Tiongkok, Garena dari Singapura dan Emtek dari Indonesia yang menciptakan dukungan luas secara institusional. Selain itu, Convergence Ventures memiliki dewan penasihat yang berpengalaman dibidangnya, yang mana merupakan investor dari Silicon Valley, Tiongkok dan India untuk memaksimalkan pengalaman global dan praktik terbaik yang telah mereka miliki untuk membantu mengembangkan Convergence Ventures maupun perusahaan portfolio.

Firma ini baru saja menunjuk Justin Kan, Partner dari Y Combinator di Silicon Valley, dan Manik Arora, Pendiri dari IDG Ventures India, sebagai dewan penasihat. Arora juga merupakan mentor Adrian selama programa Kauffman Fellows, yang dimana merupakan member dari Kauffman Fellow kelas 21.

Tag : StartUp
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top