Pemerintah Harus Konsisten Prioritaskan Baja Konten Lokal

Pelaku usaha baja berharap pemerintah bisa konsisten dalam mempriotaskan penggubaan baja dengan konten lokal guna melindungi produksi domestik.
Nindya Aldila | 28 Desember 2016 01:09 WIB
Industri baja - Bisnis.com

Bisnis.com JAKARTA -- Pelaku usaha baja berharap pemerintah bisa konsisten dalam mempriotaskan penggubaan baja dengan  konten lokal guna melindungi produksi domestik.

Direktur Hubungan Internasional Asosiasi Industri Besi dan baja Indonesia (IISIA) Purwono Widodo menilai instrumen yang paling efektif untuk melindung industri dalam negeri adalah melalui konsistensi pemerintah dalam menerapkan program penggunaan produksi dalam negeri (P3DN).

“Bagi produk impor yang harganya tidak wajar, apalagi jumlahnya besar dan mengganggu industri domestik, maka sudah sewajarnya dilakukan trade remedies baik anti dumping maupun safe guard,” katanya, kepada Bisnis.com, Selasa (27/12/2016).

Menurutnya, belum efektifnya P3DN bakal meningkatkan penetrasi baja impor dengan harga murah sehingga menggangggu pertumbuhan industri pipa baja. Data Kementerian Perindustrian menunjukkan impor pipa baja mencapai US$1,38 miliar pada 2015.

Padahal, dia memproyeksikan konsumsi pipa baja nasional bakal menyentuh angka 900.000 – 1 juta ton untuk semua jenis pipa baja pada 2017.

“Naik dari tahun ini. Realisasi tahun ini ya masih belum diketahui. Waktu awal tahun diproyeksikan konsumsi 2016 di level 850.000 ton,” terangnya.

Adapun untuk penggunaan pipa baja untuk konstruksi tahun depan akan meningkat dengan adanya proyek bandara dan bangunan vertikal atau high rise building. Selain itu, kebutuhan pile pipa baja untuk pelabuhan dan jetty juga bakal meningkat.

“Jadi kami yakin pada 2017 bisnis baja khususnya pipa baja akan meningkat dan lebih baik dibanding 2016,” katanya.

Tag : industri baja, baja
Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top