Astra Infrastruktur di HUT ke-60 ASTRA

Sebagai anak usaha PT Astra International Tbk (ASTRA), PT Astratel Nusantara (Astratel) menyajikan informasi tentang sektor infrastruktur Astra dalam pameran HUT ke 60 ASTRA yang mengambil tema Harmoni Inspirasi Nusantara.
Mia Chitra Dinisari | 25 Februari 2017 19:04 WIB
Booth Astra Infrastruktur di Hut ke 60 Astra - dokumentasi

Bisnis.com, JAKARTA- Sebagai anak usaha PT Astra International Tbk (ASTRA), PT Astratel Nusantara (Astratel) menyajikan informasi tentang sektor infrastruktur Astra dalam pameran  HUT ke 60 ASTRA yang mengambil tema “Harmoni Inspirasi Nusantara”. 

Pada acara yang digelar sepanjang 24-26 Februari 2017 di Jakarta Convention Center, Jakarta  ini Astratel juga memperkenalkan nama baru untuk grup lini bisnisnya, yaitu  ASTRA Infra. ASTRA Infra dengan logo barunya yang sangat dinamis dilengkapi tagline“Advancing the Nation’s Infrastructure”.

Logo baru ini yang terdiri dari lingkaran dan berwarna abu-abu yang menggambarkan energi yang melingkari bumi menuju suatu arah baru, dan guratan sinar merah menggambarkan kedinamisan ASTRA Infra dalam mewujudkan  Pride of The Nation berlandaskan falsafah Catur Dharma.

Konsep Booth

Berada di area pameran “Karya Nusantara”, booth ASTRA Infra didesain modern, dinamis dengan warna dominan  merah dipadukan dengan unsur budaya daerah Jawa Tengah. Pada bagian atas boothterpampang nama dan logo baru ASTRA Infra.

Pengunjung booth diajak untuk mengenal infrastruktur Astra baik teknologi, inovasi maupun kontribusi terhadap masyarakat sekitar. Untuk menyemarakkan suasana pada jam-jam tertentu juga diadakan kuis interaktif tentang infrastruktur.

Portofolio Bisnis

Pada area ini pengunjung dapat menggali informasi tentang perjalanan sejarah ASTRA Infra serta  portofolio bisnisnya yang terdiri dari Jalan Tol, Pelabuhan (shore base dan Pusat Logistik Berikat) serta Pengolahan dan Distribusi Air Bersih.

Disamping itu juga ditampilkan berbagai kegiatan CSR (Corporate Social Responsibility) yang telah dilakukan seluruh anak usahanya selama ini.

Area ASTRA Infra Toll Road

ASTRA Infra memiliki enam Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yang tergabung dalam grup ASTRA Infra Toll Road. Ruas-ruas yang dikelola oleh ASTRA Infra Toll Road terdiri dari:

  • ·         ASTRA Infra Toll Road Tangerang-Merak (PT Marga Mandalasakti)

-          Ruas tol sepanjang 72,45 km ini merupakan investasi pertama ASTRA Infra pada jalan tol di tahun 2005. Kepemilikan ASTRA Infra sebesar 79,3%

-          Berbagai pengembangan teknologi dan inovasi telah diterapkan baik yang dikembangkan secara in-housemaupun adopsi dari teknologi luar negeri yang tujuannya untuk memberikan kelancaran, keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.

1.      Wire rope merupakan tali yang terbuat dari baja sebagai pagar pengaman di jalan tol.

2.      Rumble Dot adalah rangkaian yang membentuk garis kejut terbuat dari bahan hotmix dengan komposisi dan dimensi khusus yang dipasang pada jarak tertentu di bahu jalan baik dalam maupun luar  (inner & outer shoulder) sebagai  peringatan bagi pengguna jalan yang keluar lajur.

3.      Weigh in motion yaitu alat timbang elektrik yang terpasang di bawah permukaan jalan bersifat dinamis dan mampu mengukur berat beban kendaraan saat melintasi lajur transaksi.

4.      Gardu Tol Otomatis Multi Golongan yang memakai teknologi automatic vehicle classification berbasis sensor treadle. dengan teknologi ini semua golongan kendaraan dapat memanfaatkan lajur gardu otomatis dan mempercepat layanan.

  • ·         ASTRA Infra Toll Road  Jombang-Mojokerto (PT Marga Harjaya Infrastruktur)

-          Ruas tol sepanjang 40,5 km ini dimiliki 100% oleh ASTRA Infra sejak  tahun 2011.

-          Terbagi  4 seksi dimana seksi 1 telah beroperasi sejak Oktober 2014 dan seksi 3 di akhir tahun 2016. Saat ini seksi 2 dan 4 sedang dalam proses penyelesaian.

-          Target pengoperasian penuh di tahun 2017.

          Ruas Kunciran-Serpong (PT Marga Trans Nusantara)

-       Panjang ruas tol yang merupakan bagian jaringan Jakarta Outer Ring Road 2 ini adalah 11,2 km.

-       Pemegang konsesi adalah konsorsium yang terdiri dari ASTRA Infra dan Jasa Marga, dengan masing-masing kepemilikan saham 40% dan 60%.

          Ruas Semarang-Solo (PT Trans Marga Jateng)

       Di tahun 2015 ASTRA Infra mengakuisisi 25% saham ruas tol Semarang-Solo yang mayoritas dimiliki oleh Jasa Marga.

       Ruas tol Semarang-Solo sepanjang 72,6 km ini terbagi 5 seksi  dimana seksi 1 dan 2 telah  beroperasi. Ditargetkan seksi 3 akan beroperasi tahun 2017 dan beroperasi penuh di tahun 2018.

 ·         Ruas Serpong – Balaraja (PT Trans Balaraja Serpong)

       Pada April 2016 konsorsium PT Bumi Serpong Damai,ASTRA Infra,  PT Transindo Karya Investama, dan PT Sinar Usaha Mahitala memenangkan tender  ruas tol Serpong-Balaraja.

       Dalam konsorsium ASTRA Infra memiliki 25% saham.

 

  • ·      Ruas Cikopo-Palimanan (PT Lintas Marga Sedaya)

          ASTRA Infra berhasil mengakuisisi kepemilikan tol ini sebesar 22,3% saham efektif pada bulan Januari 2017.

          Ruas tol terpanjang di Indonesia ini memiliki panjang 116 km dan telah beroperasi penuh sejak tahun 2015.

Area ASTRA Infra Port  

  • ·         Pada tahun 2013, ASTRA Infra mengakuisisi PT Pelabuhan Penajam Banua Taka (Eastkal) yang terletak di kawasan Industri Buluminung, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.  
  • ·         Astra Port memiliki izin sebagai Badan Usaha Pelabuhan dan saat ini Infrastruktur serta pengelolaan Pelabuhan telah memenuhi standar Industri Minyak & Gas dan Pertambangan, seperti fasilitas Dermaga yang memiliki kapasitas sandar untuk kapal-kapal penunjang kegiatan Minyak & Gas dan Pertambangan
  • ·         Pada bulan Maret 2016, mendapatkan pengesahan sebagaiPusat Logistik Berikat (PLB) oleh Presiden Joko Widodo.
  • ·         Selain fasilitas dan layanan kepelabuhanan yang lengkap, berbagai kemudahan proses logistik dapat dilakukan sepertiinspeksi fisik, proses custom clearance serta penerapan skema konsinyasi dengan supplier international, bahkan gudang penyimpanan berikat ini khusus bagi perusahaan kontraktor minyak dan gas bisa melakukan re-ekspor barang ex master list ke dalam Pusat Logistik Berikat
  • ·         PLB ini juga akan memfasilitasi kegiatan ekspor dan impor bagi perusahaan kargo.
  • ·         Insentif lainnya bagi barang impor adalah tidak dikenakannyaPajak Pertambahan Nilai pada transaksi lokal ketika barang keluar dari fasilitas PLB

Berbagai fasilitas dan kemudahan ini diharapkan dapat memperlancar proses logistik sehingga biaya logistik Nasional dapat diturunkan, yang pada akhirnya  dapat meningkatkan perekonomian Nasional.

Area Pengolahan dan Distribusi Air Bersih

PT PAM Lyonnaise Jaya (PALYJA) merupakan joint venture antara  ASTRA Infra dengan Suez Environnement (Suez) – perusahaan pengolahan air asal Perancis, dimana ASTRA Infra memiliki saham sebesar 49%.

PALYJA bergerak di bidang pengolahan dan distribusi air bersih yang melayani wilayah DKI Jakarta bagian barat.  Sejak tahun 1998 PALYJA telah membangun 2.400 km dari 5.400 km panjang jaringan pipa. PALYJA juga telah melayani  403.000 sambungan yang setara dengan 3 juta pelanggan.

Pada pameran ini PALYJA menampilkan teknologi terbaru dan pertama digunakan di Indonesia yaitu Aquadvanced. Aquadvanced yang dikembangkan oleh Suez merupakan sebuah aplikasi yang mampu mendeteksi jaringan air yang tidak berfungsi dengan baik secara real-time, serta melakukan studi dan analisis dari data tersebut secara otomatis. Studi dan analisis itu akan menemukan penyebab dari ketidaknormalan yang terjadi pada jaringan.

Melalui informasi yang disajikan dalam pameran ini diharapkan pengunjung dan masyarakat luas lebih mengenal kiprah ASTRA Infra dalam mendukung Pemerintah melalyi pembangunan infrastruktur untuk meningkatkan kesejahteraan Bangsa dan negara Indonesia tercinta.

Tag : infrastruktur, astra
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top