Infrastruktur Pedesaan, Kementerian PUPR Gandeng TNI

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menggandeng Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam membangun infrastruktur pedesaan
Deandra Syarizka | 09 Maret 2017 13:59 WIB
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono (tengah). - .Antara/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menggandeng Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam membangun infrastruktur pedesaan.

Menteri PUPR Basoeki Hadimoeljono menyatakan pembangunan infrastruktur bukan hanya pembangunan fisik untuk pengembangan wilayah, tetapi kegiatan pembangunan yang efektif untuk penciptaan lapangan kerja dan pemerataan pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dalam hal itu, pihaknya bersinergi dengan TNI untuk melancarkan kegiatan pembangunan.

“Kita punya program membangun jembatan gantung. Kita tahu bagaimana susahnya membangun jembatan gantung. Mungkin dengan ini bisa kita percepat pembangunannya,” ujarnya usai Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-98 Tahun Anggaran 2017, Kamis (09/03).

Turut hadir pada acara tersebut Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Mulyono, para Bupati dan Walikota penyelenggara TMMD, Ketua DPRD, anggota TNI dan para Pejabat Tinggi Madya dan Pratama Kementerian PUPR.

TMMD merupakan program terpadu lintas sektor antara TNI dengan Kementerian/Lembaga baik Pemerintah (Pusat/Daerah) maupun non Pemerintah yang dilaksanakan bersama masyarakat guna meningkatkan akselerasi pembangunan pedesaan khususnya di daerah tertinggal, terisolasi, perbatasan, daerah kumuh perkotaan, serta daerah rawan/terdampak bencana.

Kegiatan TMMD selaras dengan arah pembangunan Indonesia yang tercantum pada Nawacita Presiden RI, khususnya butir ketiga, membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan.

Hal ini juga sejalan dengan visi Kementerian PUPR yaitu, terwujudnya infrastruktur pekerjaan umum dan perumahan rakyat yang handal dalam mendukung Indonesia yang berdaulat, mandiri, berkepribadian berlandaskan gotong-royong.

Infrastruktur memegang peranan penting sebagai salah satu roda penggerak pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan nasional. Diketahui target utama Kementerian PUPR periode 2015-2019 diantaranya adalah pembangunan 65 waduk, 1 juta hektar jaringan irigasi baru dan rehabilitasi 3 juta hektar jaringan irigasi untuk mendukung agenda ketahanan air dan kedaulatan pangan.

Pembangunan 1.000 km jalan tol dan 2.650 km jalan arteri baru untuk mendukung konektivitas antar-wilayah, serta penyediaan infrastruktur permukiman dan rumah layak huni untuk mendukung pencapaian akses air minum dan sanitasi 100% serta mengentaskan kawasan kumuh dan memenuhi kebutuhan perumahan khususnya bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Kerja sama antara Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam membangun infrastruktur strategis meliputi berbagai bidang. Pada bidang sumber daya air, kerjasama berupa pembersihan sungai dan kegiatan tanggap darurat bencana. Di bidang Bina Marga, TNI membantu dalam pembangunan Jalan Perbatasan di Kalimantan dan Papua serta pembangunan Jalan Trans Papua. Pembangunan jalan yang dilakukan oleh TNI berupa pembukaan lahan dan pembentukan badan jalan untuk meningkatkan konektivitas, disamping juga menjadi pertahanan negara.

Tag : infrastruktur
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top