Menteri LHK Minta Sumitomo Forestry Transfer Teknologi ke Masyarakat

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya meminta Sumitomo Forestry Co Ltd, perusahaan kehutanan asal Jepang, untuk melakukan transfer teknologi pengelolaan hutan kepada masyarakat.
Samdysara Saragih | 16 Maret 2017 17:45 WIB
Ilustrasi hutan - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya meminta Sumitomo Forestry Co Ltd, perusahaan kehutanan asal Jepang, untuk melakukan transfer teknologi pengelolaan hutan kepada masyarakat.

“Khususnya dalam pengembangan hutan rakyat, metode penghitungan stok karbon, serta pengelolaan lahan gambut. Dengan demikian, masyarakat juga mampu menerapkan manajemen korporat dalam mengelola hutan sekaligus menjaga lingkungan,” katanya kepada Pesident Sumitomo Forestry Akira Ichikawa dalam siaran pers, Kamis (16/3/2017).

Permintaan Siti itu didasarkan pengalaman Sumitomo Forestry dalam menggarap hutan produksi di Kalimantan Barat. Salah satu anak usahanya, PT Wana Subur Lestari, memang memegang konsesi hutan tanaman industri seluas 40.000 hektare (ha) di Kabupaten Kubu Raya.

Sejak 1991, Sumitomo Forestry juga telah menggarap rehabilitasi hutan di Indonesia melalui Proyek Reboisasi Hutan Tropis di Subur, Kalimantan Timur, dan pemulihan lahan bekas kebakaran hutan di Taman Nasional (TN) Way Kambas. Perusahaan ini turut pula berperan dalam mengatasi dampak perubahan iklim.

“Kami juga mendukung Percontohan Restorasi Ekosistem dan Pengembangan Penyelenggaraan Karbon Hutan di Balai Taman Nasional Bromo Tengger Semeru melalui kegiatan restorasi dan pemberdayaan masyarakat,” kata Akira Ichikawa.

Pada 2015, kegiatan restorasi ekosistem diperluas dengan total luas 414,1 ha yang tersebar di tiga taman nasional (TN) yaitu TN Ciremai, TN Bromo Tengger Semeru, TN Manupeu Tana Daru, dan TN Laiwangi Wanggameti. Sumitomo Forestry juga ikut merehabilitasi Suaka Margasatwa Paliyan.

 

Tag : hti, sumitomo, siti nurbaya
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top