28-29 Maret Pk 06.00 Wita, Bandara Ngurah Rai Tutup

Mulai 28 Maret hingga 29 Maret pagi pukul 06.00 Wita, penerbangan di Bandara Internasional Ngurah Rai Bali ditiadakan. Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, akan ditutup selama 24 jam terkait peringatan Hari Suci Nyepi
Linda Teti Silitonga | 28 Maret 2017 07:18 WIB
Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai ditutup selama 24 jam selama Nyepi. - .Natalia Indah Kartikaningrum

Bisnis.com, JAKARTA- Sebanyak 12 penerbangan dari Bandara Internasional Juanda Surabaya ke Bandara Ngurah Rai Bali tidak beroperasi selama pelaksanaan Hari Raya Nyepi Tahun 2017.

Legal And Communication Section Head PT Angkasa Pura I Juanda, Anom Fitranggono mengatakan, tidak beroperasinya maskapai penerbangan ini akibat ditutupnya Bandara Ngurah Rai selama 24 jam pada Selasa (28/3/2017).

"Dari data yang masuk kepada kami terdapat sebanyak 12 penerbangan dari Bandara Juanda ke Bali Tidak Beroperasi Selama Nyepi," katanya seperti dikutip Antara, Selasa (28/3/2017).

Ia mengemukakan, 12 penerbangan tersebut berasal dari empat maskapai penerbangan yang biasa beroperasi tujuan Juanda ke Ngurah Rai Bali.

"Empat maskapai tersebut masing-masig untuk Maskapai Citilink sebanyak empat penerbangan, Maskapai Lion Air sebanyak empat penerbangan, Maskapai Nam air satu penerbangan dan Maskapai Garuda sebanyak tiga penerbangan," tuturnya.

Ia mengatakan, kondisi saat ini  masih normal dan tidak ada persiapan yang menonjol perihal peristiwa ini karena masyarakat sudah memahami terkait dengan peristiwa tahunan ini.

"Sejauh ini kondisi normal dan tidak ada persiapan yang menonjol karena masyarakat juga sudah memahami untuk Nyepi ini mereka tentunya sudah mempertimbangkan jika ingin terbang ke Bali akan mengatur jadwal agar tidak terganggu," ujarya.

Seperti diketahui, Mulai 28 Maret hingga 29 Maret pagi pukul 06.00 Wita, penerbangan di Bandara Internasional Ngurah Rai Bali ditiadakan.

Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, akan ditutup selama 24 jam terkait peringatan Hari Suci Nyepi yang jatuh pada 28 Maret 2017, kata Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali I Gusti Ngurah Agung Sudarsana.

Sudarsana di Denpasar, Kamis (23/3/2017), menjelaskan bahwa penutupan bandara berlangsung mulai 28 Maret 2017 pukul 06.00 Wita sampai dengan 29 Maret pukul 06.00 Wita.

Selain bandara, selama Nyepi semua pintu masuk lewat pelabuhan laut di seluruh Bali juga ditutup. Demikian pula, semua terminal pun ditutup.

Terkait penutupan tersebut, pihaknya sudah duduk bersama dengan pihak-pihak terkait, seperti dengan Kepala Kantor Otoritas Bandara Wilayah IV di Tuban, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Benoa, Padangbai, dan Celukan Bawang.

Demikian pula, dengan Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Gilimanuk, Nusa Penida, dan sebagainya, bahkan hingga ASDP Gilimanuk-Ketapang.

"Pada dasarnya kami semua sudah siap. Sebelumnya, juga sudah dilakukan pertemuan bertahap, teman-teman di kabupaten sudah duduk bersama pula dengan pemangku kepentingan terkait," ucap Sudarsana (Bisnis.com, 23 Maret 2017).

Di sisi lain, kata dia, Gubernur Bali Made Mangku Pastika telah berkirim surat kepada lima menteri terkait dengan penutupan sementara bandara dan akses masuk menuju Pulau Dewata saat Nyepi. Kelima menteri tersebut, yakni Menteri Perhubungan, Menteri Luar Negeri, Menteri Dalam Negeri, Menteri Komunikasi dan Informasi, serta Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan.

Diharapkan surat pemberitahuan kepada lima menteri terkait itu dapat diteruskan kepada seluruh perusahaan penerbangan di Indonesia maupun mancanegara.

Dalam Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 003.2/19517/DPIK tentang Pelaksanaan Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1939, tertanggal 6 Desember 2016 tersebut juga berisi imbauan agar umat Hindu dapat melaksanakan Catur Brata Penyepian dengan khusyuk dan khidmat sesuai ajaran agama Hindu.

Catur Brata Penyepian yang dilakukan umat Hindu pada Hari Suci Nyepi meliputi tidak melakukan kegiatan/bekerja (amati karya), tidak menyalakan lampu atau api (amati geni), tidak bepergian (amati lelungan), serta tidak mengadakan rekreasi, bersenang-senang, atau hura-hura (amati lelanguan).

"Dispensasi secara tradisional yang dikeluarkan oleh desa pakraman atau desa adat seperti mengangkut orang sakit, melahirkan atau tertimpa musibah tetap berlaku sesuai tradisi," ujarnya.

Bagi instansi pemerintah dan swasta yang melaksanakan tugas saat Nyepi agar menyiapkan petugasnya di tempat tugasnya sehari sebelum Nyepi (27 Maret 2017).

"Mari kita bersama-sama mendukung kearifan lokal yang sudah mendunia ini," kata Sudarsana.

 

Tag : nyepi
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top