BGR Luncurkan Aplikasi Enterprise Logistics System

Bertepaatan dengan ulang tahun ke-40, PT Bhanda Ghara Reksa (BGR) meluncurkan aplikasi Enterprise Resources Planning (ERP) yang disebut BGR Enterprise Logistics System (BELS).
Abdul Rahman | 11 April 2017 22:40 WIB
Direktur Utama PT Bhanda Ghara Reksa, R. Ruli Adi (tengah) bersama Komisaris Wiyardhi Saputra (kiri), dan Asisten Deputi Bidang Energi Logistik Kawasan dan Pariwisata Kementerian BUMN Agus Suharyono melakukan prosesi peluncuran aplikasi Enterprise Resources Planning (ERP) yang disebut BGR Enterprise Logistics System (BELS) yang bertepatan dengan hari jadi perseroan ke-40 di Jakarta, Selasa (11/4). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com,JAKARTA-Bertepatan dengan ulang tahun ke-40, PT Bhanda Ghara Reksa (BGR) meluncurkan aplikasi Enterprise Resources Planning (ERP) yang disebut BGR Enterprise Logistics System (BELS).

Direktur Utama BGR R. Ruli Adi mengatakan, dengan penerapan aplikasi BELS tersebut, perusahaan dapat meningkatkan daya saing serta profesionalitas perusahaan di industri logistik.

Platform ini tidak hanya meningkatkan keakuratan data perusahaan dalam menjalankan bisnis, tetapi juga memberikan kemudahan pelayanan bagi para pelanggan BGR.

“Infomasi yang akan disajikan dalam BELS ini merupakan informasi real time yang dapat diketahui pelanggan dan BGR sendiri,” katanya, Selasa (11/4/2017).

Melalui BELS pelanggan dapat mengakses customer relationship management yang memudahkan pelanggan untuk melakukan booking order, trace and track, layanan bantuan pelanggan, informasi layanan, informasi jaringan dan personel, serta informasi indikatif tarif.

Sebagai informasi, perusahaan penyedia jasa logistik terintegrasi ini memiliki jumlah cabang sebanyak 24 yang tersebar di seluruh Indonesia.

Layanan yang diberikan yakni, BGR Integrated Logistics Solution (ILS), BGR Transportation, BGR Warehousing, BGR Freight Forwarding, dan BGR Express.

Saat ini perseroan mengelola sekitar 600 gudang dengan luasan sekitar 1 juta meter persegi yang tersebar di seluruh Indonesia. Hingga akhir 2016, perseroan juga memiliki 530 armada angkutan.

Tag : industri logistik
Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top