2019, Syngenta Rilis Benih Padi Hibrida

PT Syngenta Indonesia menargetkan dapat merilis benih padi hibrida ke pasar pada 2019.
Azizah Nur Alfi | 14 April 2017 06:43 WIB
/ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - PT Syngenta Indonesia menargetkan dapat merilis benih padi hibrida ke pasar pada 2019.

Riset pengembangan benih padi hibrida yang sudah dilakukan sejak 6 tahun lalu itu, telah memasuki uji lahan di beberapa wilayah di Pulau Jawa. Tahun ini, Syngenta fokus pada registrasi benih padi ke Kementerian Pertanian agar bisa segera dilepas ke pasar.

Potensi genetik benih tersebut sebesar 8-10 ton per ha. Namun, produktivitas benih tergantung pada lokasi dan praktek pertanian yang baik. Bahkan, jika perlakuan pertanian demikian bagus, maka produktivitas benih bisa lebih besar dari 10 ton.

Presiden Direktur Syngenta Indonesia Parveen Kathuria menyampaikan produksi benih padi hibrida sekaligus akan memperkuat pasar Syngenta di Indonesia, sebagai salah satu dari tiga produsen benih terbesar. Apalagi Indonesia merupakan top 5 negara di Asia Pasifik sebagai pasar strategis Syngenta. Nilai penjualan Asia Pasifik sendiri tahun lalu sebesar US$1,8 miliar.

Selain benih padi yang siap dirilis 2019, dia berharap hasil uji herbisida padi yang baru juga bisa diputuskan tahun ini. Dengan demikian, segera dapat diluncurkan di 2018.

Parveen tak menyebut angka pasti belanja riset pengembangan benih padi hibrida di Indonesia. Dia hanya menyebut angka global untuk investasi riset dan pengembangan selama 2016 yakni US$1,3 miliar atau 11% dari nilai penjualan global 2016 sebesar US$12,8 miliar. Mengacu pada rata-rata belanja riset untuk satu produk bahan kimia pestisida sebesar US$250 juta hingga sampai ke pasar, maka belanja riset benih padi juga demikian besar.

"Sulit menyebutkan investasi di Indonesia untuk satu produk. Karena kami memiliki sentra riset di Cikampek Indonesia, Thailand, Filipina, dan India. Semua negara berkolaborasi dan membawa teknologi mereka," tuturnya.

Di Indonesia, Syngenta memiliki pengembangan benih di Cikampek, Karawang, Jawa Barat, untuk padi, serta Pasuruan, Jawa Timur untuk jagung.

Selain target merilis benih padi hibrida pada 2019, Parveen menyampaikan Syngenta dapat merilis benih jagung baru pada saat yang bersamaan. Saat ini, Syngenta memiliki empat produk benih jagung yakni NK 212, NK 22, NK 7328, dan NK Perkasa yang diluncurkan Maret kemarin.

NK 212 merupakan benih jagung hibrida yang dipakai pada program subsidi benih pemerintah tersebar di Jawa, Sumatera, dan bagian timur. Sementara, benih jagung NK 7328 merupakan benih dengan hasil panen tertinggi. Begitu pula, NK Perkasa yang baru diluncurkan Maret kemarin merupakan varietas jagung tahan bulai dengan produktivitas tinggi.

Tag : pertanian, padi
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top