Target Pengunjung BBW Naik 100%

PT Jaya Ritel Indonesia sebagai panitia penyelenggara Big Bad Wolf (BBW) Books di Indonesia optimistis jumlah pengunjung tumbuh hingga 100% pada tahun ini.
Amanda Kusumawardhani | 16 April 2017 23:26 WIB
Ilustrasi pameran buku "The Big Bad Wolf Book Sale" di JX International, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (19/10/2016) - Antara

Bisnis.com, JAKARTA--PT Jaya Ritel Indonesia sebagai panitia penyelenggara Big Bad Wolf (BBW) Books di Indonesia optimistis jumlah pengunjung tumbuh hingga 100% pada tahun ini.

Mengacu pada tahun lalu, acara dengan nama yang sama mampu menggaet pengunjung mencapai 350.000.

Meski waktu penyelenggaraan BBW tidak sepanjang tahun lalu, pertumbuhan pengunjung akan dipacu oleh adanya long weekend saat pelaksanaan acara mulai 21 April-2 Mei 2017.

"Tahun lalu, hari biasa hanya menyedot pengunjung 10.000 orang, sedangkan akhir pekan bisa melonjak menjadi 30.000-60.000. Kali ini, penyelenggaraan BBW bertepatan dengan dua hari libur sehingga perkiraan jumlah pengunjung akan naik," kata Presiden Direktur Jaya Ritel Indonesia H. Uli T.I. Silalahi di Jakarta, Rabu (12/4).

Proyeksi peningkatan jumlah pengunjung BBW 2017 yang akan dilakukan di ICE BSD ini juga diikuti dengan peningkatan jumlah buku mencapai 6 juta buku.

Dari 6 juta buku tersebut, hanya 1 juta saja yang merupakan buku terbitan Berbahasa Indonesia. Padahal, BBW tahun lalu yang diselenggarakan di Jakarta hanya menyediakan sekitar 1,5 juta buku impor saja.

"Segala genre akan kami sediakan di BbW 2017. Tapi, jika merujuk pada tahun lalu, genre yang paling banyak diminati masih berkutat pada buku anak-anak, hobi, dan novel," ucapnya.

Selain itu, luas area pameran juga bertambah menjadi 19.000 m2 yang terdiri dari empat hall untuk menampung penambahan jumlah buku yang disediakan.

CEO Mizan Grup Rusdi Adibani mengungkapkan kali ini pihaknya sudah menyiapkan sekitar 1 juta buku di BBW 2017.

"Potensi penyerapannya bagus jika melihat penyelenggaraan BBW di Jakarta dan Surabaya tahun lalu. Kira2 lebih dari 90% lebih penyerapannya, jadi tahun ini tidak akan jauh dari angka itu," jelasnya.

Tingginya potensi penyerapan itu juga didukung oleh luasan area pameran yang bertambah sehingga ruangan display untuk buku terbitan Mizanpum juga bertambah.

Pada tahun lalu, dia menyebutkan area display untuk buku terbitan Mizan hanya 5%, sedangkan tahun ini bertambah menjadi 10%.

Tag : buku
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top