Lenovo Optimalisasi Penjualan Offline & Online

PT Lenovo Indonesia menerapkan strategi untuk mengoptimalkan jalur distribusi online dan offline, menyusul peluncuran Lenovo P2 Turbo.
Agne Yasa | 17 April 2017 20:28 WIB
Product Lead PT Lenovo Indonesia Anvid Erdian ketika peluncuran Lenovo P2 Turbo di Jakarta pada Senin (17/4/2017) - Bisnis.com/Agne Yasa

Bisnis.com, JAKARTA - PT Lenovo Indonesia menerapkan strategi untuk mengoptimalkan jalur distribusi online dan offline, menyusul peluncuran Lenovo P2 Turbo di Jakarta pada Senin (17/4/2017).

Product Lead PT Lenovo Indonesia Anvid Erdian mengungkapkan pihaknya berambisi mengulang kesuksesan penjualan Lenovo P1 Turbo yang laku di pasaran ponsel pintar berdaya besar.

Lenovo P2 Turbo dijual melalui promosi pre-order di mitra-mitra online seperti Blibll.com. Bhinneka.com, Erafone.com, Dinomarket.com, Es.id., Lazada.co.ld, Globalteleshop.com, dan Mataharimall.com & mitra offline seperti Erafone, Global Teleshop, dan Okeshop.

Dia menambahkan mengacu pada riset dari GfK, penjualan ponsel pintar secara offline masih memiliki porsi sekitar 90% dibandingkan dengan online yang sekitar 10%.

“Untuk awareness konsumen, penjualan online dibutuhkan, tetapi penjualan lewat offline masih memiliki porsi yang besar. Lenovo juga berinvestasi cukup besar untuk penjualan offline dengan menggandeng banyak partner,” ujar Anvid.

Dia menambahkan seiring dengan perkembangan teknologi yang kain canggih, konsumen juga memiliki kebutuhan untuk mencoba secara langsung teknologi tersebut sebelum memutuskan untuk membeli. “Strateginya dari online ini dapat membawa ke offline,” ucapnya.

Lenovo menyasar market ponsel pintar (smartphone) dengan kebutuhan daya besar dengan mengeluarkan seri khusus P Turbo ini. Anvid mengungkapkan Lenovo secara berkelanjutan melakukan inovasi berkelanjutan untuk kebutuhan ponsel pintar yang menawarkan teknologi dengan baterai berdaya besar.

“Lenovo juga telah dikenal dengan produk ponsel berdaya besar karena melihat peluang di pasar. Konsumen tidak hanya mencari untuk kebutuhan selfie atau fitur hiburan lain saja tetapi yang paling utama adalah daya baterai yang besar. Ini pasarnya sangat ada di Indonesia,” ujar Anvid.

Dia menambahkan Lenovo mengeluarkan seri khusus untuk produk ponsel pintar berdaya besar yang menawarkan ketahanan baterai bagi penggunanya.

Anvid mengungkapkan berkaca dari produk Lenovo Vibe P1 Turbo, seri terbaru P2 Turbo hadir dengan teknologi baterai lebih besar dengan 5100 mAh yang diklaim bisa bertahan hingga 3 hari dan 24W rapid charger yang memberikan daya hingga 10 jam hanya dalam 15 menit.

“P1 turbo dinilai sebagai produk yang sukses dari Lenovo dan menjadi big battery market leader. P1 Turbo dibawa ke seri selanjutnya lewat Lenovo P2 Turbo yang menyasar target market yaitu orang dengan mobilitas tinggi dan aktif di sosial media, untuk menjawab kebutuhan konsumen akan baterai tahan lama dan mendukung gaya hidup aktif dan mobile mereka," ujar Anvid.

Di sisi lain, Lenovo melalui produk ponsel pintar Moto Z Play juga menawarkan keunggulan baterai dengan kapasitas 3500 mAh. Anvid mengatakan meskipun memiliki keunggulan dalam daya baterai, Lenovo P2 Turbo dan Moto Z Play ini memiliki pasarnya sendiri. Lenovo mengakusisi Motorola pada Januari 2014.

“Moto Z memiliki inovasi modular dan cukup sukses diterima pasar, tingkat percobaan ritel cukup tinggi, modular yang terjual lebih dari 50%. Lenovo P2 menyasar segmen yang agak berbeda,” ujarnya.

Tag : lenovo
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top