Listrik di Perbatasan Indonesia -Timor Leste Terkendala Cuaca

PT Perusahaan Listrik Negara mengaku terkendala cuaca buruk dalam perawatan dan pemeliharaan jaringan di Atambua, Nusa Tenggara Timur (NTT), belakangan ini. Akibatnya, pemadaman listrik sering dilakukan di daerah tersebut.
Gemal AN Panggabean | 17 April 2017 21:07 WIB
Pekerja memerbaiki jaringan listrik PLN. - Bloomberg/Dimas Ardian

Bisnis.com, JAKARTA -  PT Perusahaan Listrik Negara mengaku terkendala cuaca buruk dalam perawatan dan pemeliharaan jaringan di Atambua, Nusa Tenggara Timur (NTT), belakangan ini. Akibatnya, pemadaman listrik sering dilakukan di daerah tersebut.

“Tantangan PLN dalam melistriki daerah perbatasan RI-Timor Leste tidak menjadi batasan bagi PLN untuk terus menerangi ke pelosok-pelosok desa. Namun, beberapa hari ini di Atambua mengalami cuaca ekstrim seperti hujan yang menyebabkan pemadaman dan beberapa tiang roboh,” ungkap General Manager PLN Wilayah NTT Richard Safkaur, dalam siaran pers, Senin (17/4/2017).

Dikatakan, jaringan menuju lokasi perbatasan (penyulang Atapupu) sepanjang 37 kilometer sirkit (kms) melalui daerah yang berkelok dan berbukit adalah tantangan tersendiri bagi PLN, khususnya untuk pemeliharaan jaringan dan perbaikan peralatan yang rusak di jaringan tersebut.

“PLN memang terus berupaya untuk meminimalisir terjadinya gangguan dengan upaya-upaya pemeliharaan jaringan antara lain dengan penggantian material yang sudah tua atau rusak dan pembersihan right of ways (ROW) jaringan dari pohon,” kata Safkaur.

Pemadaman listrik ke perbatasan terjadi beberapa kali. Namun, tren penurunan gangguan penyulang sudah mulai membaik. Gangguan penyulang sebanyak 10 kali pada bulan Desember 2016, Januari 2017 sebanyak tujuh kali, Februari 2017 sebanyak enam kali dan sudah menurun menjadi lima kali pada bulan Maret 2017.

Gangguan yang ditemui PLN selain akibat cuaca ekstrim di awal tahun 2017 adalah adanya gangguan tiang roboh akibat proyek pelebaran jalan seperti di Lahuru yang telah tiga kali terjadi gangguan akibat tiang tumbang dari dampak proyek pelebaran jalan.

“Dari PLN sudah bersurat serta bertemu dengan kontraktor yang bersangkutan agar dalam pelaksanaan pekerjaan bisa disampaikan sehingga dapat dihindari pemadaman dan setiap ada pemadaman yang saat ini terencana terkait pekerjaan evakuasi beban dari Gardu Induk (GI) Atambua,” lanjutnya.

Karena GI tersebut akan beroperasi dalam waktu dekat, yakni Mei 2017, diperlukan pemadaman terencana dan pastinya akan ada pemberitahuan/pengumuman terlebih dahulu untuk menyelesaikan transmisi Timor jalur Kefa ke Atambua,” lanjut Safkaur.

Sejalan dengan program PLN Wilayah NTT untuk terus berupaya melistriki sampai pelosok, seperti di perbatasan Atambua dan khususnya lima desa di Kabupaten Belu yang belum berlistrik sudah masuk dalam daftar Program Listrik Desa NTT Tahun 2017.

Aliran listrik ke perbatasan RI-Timor Leste di Atambua disuplai dari sistem Atambua yang terdiri dari dua PLTD di Atambua, yaitu PLTD Atambua dan PLTD Unamen dengan daya mampu sebesar 8.400 kilo Watt (kW) dan saat ini beban puncak sebesar 7.365 kW, sehingga masih terdapat cadangan daya sebesar 1.035 kv.

Tag : listrik
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top