BK Freeport Tetap 5%

Kementerian ESDM menegaskan bahwa PT Freeport Indonesia akan tetap membayar bea keluar 5% untuk ekspor konsentrat tembaga dalam 6 bulan ke depan.
Lucky Leonard | 17 April 2017 19:08 WIB
Aktivitas di tambang Freeport, Papua. - Bloomberg/Dadang Tri

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian ESDM menegaskan bahwa PT Freeport Indonesia akan tetap membayar bea keluar 5% untuk ekspor konsentrat tembaga dalam 6 bulan ke depan.

Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan No. 13/PMK.010.2017 tentang Penetapan Barang Ekspor yang Dikenakan Bea Keluar, PT Freeport Indonesia (PTFI) seharusnya membayar bea keluar 7,5%. Pasalnya, beleid tersebut mengatur bea keluar 7,5% akan dikenakan untuk kemajuan fisik fasilitas pemurnian (smelter) di tahap I, yakni sampai dengan 30%.

Sementara itu, perkembangan pembangunan smelter PTFI di Gresik, Jawa Timur, masih di kisaran 14%.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian ESDM Sujatmiko mengatakan, kesepakatan tersebut akan tertuang dalam nota kesepahaman bersama (memorandum of understanding/MoU) yang akan berlaku dalam waktu dekat.

MoU tersebut akan memuat poin-poin pembahasan antara PTFI dengan pemerintah dalam negosiasi kelanjutan operasi perusahaan tersebut hingga Oktober 2017.

"Di dalam MoU tersebut Freeport minta atau mengusulkan dia akan mengekspor konsentrat dengan kondisi yang selama ini dilakukan. Sebelumnya kan ekspor BK-nya 5%," katanya di kantor Kementerian ESDM, Senin (17/4).

Dia mengungkapkan bahwa PTFI sudah pada posisi siap melakukan pengapalan. Begitu ada kepastian mengenai bea keluar, PTFI akan langsung memproses rekomendasi ekspor yang telah diberikan sebelumnya.

Juru bicara PTFI Riza Pratama belum mengonfirmasi alasan ditahannya ekspor konsentrat tembaga seperti yang diungkapkan Kementerian ESDM.

Sebelumnya, Riza mengatakan, permohonan ekspor konsentrat tembaga masih dalam tahap finalisasi. Belum ada keputusan dari pihaknya kapan akan mulai melakukan kegiatan ekspor.

Sejak 17 Februari 2017, pemerintah telah memberikan rekomendasi ekspor konsentrat tembaga 1,11 juta ton untuk jangka waktu 1 tahun.

Bahkan, pemerintah memberi kesempatan kepada PTFI untuk menyandang status izin usaha pertambangan khusus (IUPK) dalam jangka waktu tertentu sambil melakukan ekspor dengan opsi kembali lagi ke kontrak karya.

Tag : Freeport
Editor : Sepudin Zuhri

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top