Berantas Hoax dan Dorong Profesionalisme, Pengelola Media Siber Deklarasikan AMSI

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara dan Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo dijadwalkan hadir bersama para pemimpin redaksi media online.
Sholahuddin Al Ayyubi, Agne Yasa, Lavinda | 18 April 2017 11:50 WIB
Deklarasi AMSI untuk memerangi hoax dan meningkatkan profesionalisme media digital - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA -- Pengelola media siber hari ini mendeklarasikan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) sebagai wadah kerja sama pegiat media daring di Indonesia.

Acara deklarasi AMSI di Gedung Dewan Pers recananya dibuka oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara. Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo dijadwalkan hadir bersama para pemimpin redaksi media online.

AMSI memilih "Profesionalisme Media SIber di Tengah Belantara Hoax" sebagai topik diskusi dalam rangkaian acara deklarasi. Acara itu juga mengusung hashtag (tanda pagar) #BerantasHoax.

Yosep akan mewakili Dewan Pers sebagai pembicara di acara diskusi bersama dengan Direktur Tindak Pidana SIber Bareskrim Mabes Polri Brigjen Polisi Fadil Imran, Ketua Presidium AMSI Wenseslaus Manggut, dan Public Policy Lead Twitter Indonesia Agung Yudha.

14:14 WIB

Resmi Deklarasikan AMSI, Ini Tekad Pegiat Media pada Era Digital

Asosiasi Media Siber Indonesia resmi di deklarasikan. Ketua Presidium AMSI Wanseslaus Manggut membacakan deklarasi AMSI didampingi perwakilan anggota AMSI yang lain.

Pegiat media siber menyatakan lima tekad untuk menhadapi perubahan dinamika media pada era digital, yaitu:

1. Memenuhi hak masyarakat untuk tahu, menegakkan nilai demokrasi, menjunjung terwuiudnya supremasi hukum, HAM, dan kebhinekaan. 

2. Menjaga fungsi pers sebagai media infarmasi, pendidikan, hiburan dan kontrol sosial serta sebagai lembaga ekonomi sebagaimana tercantum pada Pasal 2 Undang-undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. 

3. Merawat kebebasan pers dengan bekeria secara profesional, menegakkan kode etik jurnalistik menempatkan prinsip jurnalistik sebagai landasan utama pemberitaan. 

4. Mendorong dan memperkuat pertumbuhan media siber yang sehat di seluruh TanahAir 

5. Mendirikan Asosiasi Media Siber lndonesia sebagai salah satu wadah untuk memperbaiki tata kelola media siber di lndonesia. 

13:02 WIB

Ikut Perangi Hoax, Twitter Tantang Media Serbu Medsos Dengan Konten Positif

Public Policy Lead Twitter Indonesia Agung Yudha mengatakan Twitter percaya upaya membanjiri sosial media dengan konten positif bisa menekan berita palsu atau hoax, dibandingkan menekan peredaran konten berita palsu atau negatif.

"Peran media adaalah memborbadir sosial media karena [medsos] adalah tempat mencari berita oleh generasi sekarang,” katanya.

Twitter juga mendukung penyebaran konten positif lewat verifikasi akun, termasuk fitur dan tools yang didesain khusus untuk media. 

"Ke depan, Twitter juga ingin bisa bekerja sama dengan AMSI untuk verifikasi akun media siber di twitter. Kami  bisa bekerja sama dengan Dewan Pers, AMSI, AJI, untuk akun media di twitter. Jika sudah kadung salah verifikasi bisa memperbaiki," kata Agung.

12:54 WIB

Atasi Hoax, Tidak Cukup Cuma Atur Media Resmi

AMSI menilai kebijakan pemerintah untuk melakukan sertifikasi media hanya 30% mengatasi persoalan merebaknya konten negatif, hoax, dan penipuan di media social.

Aturan yang terlampau ketat bagi media resmi dikhawatirkan justru melibas posisi media mainstream tersebut dibandingkan media berkonten berita palsu

"Kalau memberantas hoax salah satunya dengan mengatur media resmi, mungkin hanya 30% mengatasinya, karena lautan air bah yang besar justru di sana [produsen konten hoax di media sosial]," kata Wanseslaus.

Wanseslaus menyarankan pemerintah fokus membenahi konten berita bohong lewat regulasi yang mengikuti perkembanhan teknologi dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

12:49 WIB

Medsos Jadi Tempat Wartawan Cari Ide Berita

Penelitian Maverick dan Universitas Paramadina dengan 362 wartawan di daerah sebagai responden, mengungkapkan bahwa 50% wartawan mencari ide berita menggunakan media sosial. 

Yosep Adi mengatakan perubahan ini membuat sertifikasi atas profesi wartawan semakin penting, apalagi profesi wartawan terbuka bagi orang dari berbagai latar belakang ilmu.

"Perbedaan orang yang mengaku wartawan dan wartawan. Jika wartawan mengetahui kode etik jurnalistik dan mendapatkan pelatihan, bagaimana meliput bencana alam. Profesi ini semakin lama membutuhkan sertifikasi."

11:35 WIB

Ada 43.300 Media Online di Indonesia

Jumlah publikasi online saat ini sudah melampaui 43.300 media dari total 47.000 media yang beroperasi di Indonesia.

Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo mengharapkan AMSI bisa berfungsi sebagai verifikator dan berfungsi sebagai self-regulator.

"Silahkan didata dulu, jika [media online] memenuhi syarat, dapat menjadi konstituen Dewan Pers. Jika bertambah maka akan semakin banyak dan semakin mudah melakukan kesepakatan di antara kita," papar Adi.

11:13 WIB

170 Media Sudah Jadi Anggota AMSI

Jumlah anggota AMSI sudah melebihi 170 media online dari berbagai daerah di Indonesia.

“Kami perkirakan jumlahnya akan terus bertambah. Kami membuka kesempatan bagi seluruh media online. Hingga saat ini, AMSI masih berbentuk presidium dengan anggota 26 media online yang bertugas selama 3 bulan untuk membuat AD ART dan kepengurusan,” kata Ketua Panitia Deklarasi AMSI Ismoko Widjaya.

11:08 WIB

Syarat Media Gabung AMSI

AMSI akan membuka cabang di setiap daerah dengan menggandeng organisasi wartawan ‎seperti Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Namun, ada syarat khusus bagi media daerah yang ingin bergabung dengn AMSI.

Pertama, media daerah tersebut harus mengikuti berbagai ketentuan yang diikuti oleh dewan pers dan undang-undang pers. Ketua, mediaitu harus memiliki badan hukum tetap dan terdaftar di Dewan Pers.

"Kami ini tidak bisa menangkal hoax sendirian, harus ada kerja sama juga dengan media di daerah, tapi ya syaratnya itu tadi harus dipenuhi dulu," kata Ketua Dewan Presidium AMSI, Wanseslaus Manggut.

10:57 WIB

AMSI Akan Gandeng Facebook dan Twitter

AMSI akan menggandeng seluruh layanan over the top (OTT) global seperti Facebook dan Twitter agar turut serta membantu memerangi berita bohong yang beredar di media sosial.
"soalnya di dalam dunia digital ini, medsos sudah menjadi salah satu lapak media mainstream, audience kita juga ada di OTT itu."
10:50 WIB

AMSI Ingin Kembalikan Kepercayaan Publik

Wenseslaus Manggut, Ketua Presidium AMSI menjelaskan ‎alasan lain pihaknya mendeklarasikan asosiasi tersebut adalah untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap media digital yang belakangan ini meredup karena banyaknya berita hoax yang beredar.

"Alasan kami deklarasikan asosiasi ini agar industri digital ini lebih sehat dan positif untuk publik agar dipercaya oleh publik dan kalangan bisnis."

Tag : internet, Medsos, hoax
Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top