Pemerintah Bantu Konstruksi 33 Kilometer

Badan Pengatur Jalan Tol tengah mengkaji skema pendanaan untuk dukungan konstruksi terhadap proyek jalan tol SerangPanimbang di Banten melalui skema pelelangan secara availability payment.
Deandra Syarizka | 18 April 2017 21:40 WIB
Kawasan ekonomi khusus Tanjung Lesung. - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA — Badan Pengatur Jalan Tol tengah mengkaji skema pendanaan untuk dukungan konstruksi terhadap proyek jalan tol Serang—Panimbang di Banten melalui skema pelelangan secara availability payment.

Kepala BPJT Herry Trisaputra Zuna mengatakan, ada dua opsi yang tengah dikaji untuk membiayai dukungan konstruksi pemerintah dalam tol Serang—Panimbang. Kedua opsi tersebut adalah melalui pinjaman luar negeri atau melalui pelelangan dengan skema availability payment (AP).

“Dukungannya bisa pakai loan China seperti di tol Cisumdawu [Cileunyi—Sumedang—Dawuan] atau lelang AP, lalu nanti setelah beroperasi pemerintah mencicil selama 20 tahun, misalnya,” ujarnya ketika dihubungi Bisnis, Selasa (18/4).

Dalam pembangunan tol Serang—Panimbang sepanjang total 84 kilometer, pemerintah memberikan dukungan konstruksi sepanjang 33 kilometer guna meningkatkan kelayakan tol tersebut. Sisanya dibangun oleh PT Wijaya Karya Serang Panimbang selaku badan usaha jalan tol tersebut.

Skema availability payment merupakan pembayaran berdasarkan ketersediaan layanan. Nantinya badan usaha pemenang lelang yang akan membangun dan memelihara ruas tersebut terlebih dahulu untuk kemudian diganti pendanaannya oleh pemerintah dengan cara mencicil sesuai dengan jangka waktu yang telah disepakati.

Dalam struktur kepemilikan PT Wijaya Karya Serang Panimbang, perseroan memiliki saham mayoritas sebesar 80% dan sisanya dimiliki oleh PT Pembangunan Perumahan Tbk. sebesar 15%, dan PT Jababeka Infrastruktur sebanyak 5%.

Pembangunan jalan tol Serang—Panimbang dengan nilai investasi Rp10,84 triliun terbagi menjadi dua porsi, yakni porsi pemerintah dan badan usaha jalan tol. Pembangunan tersebut dilakukan dalam tiga seksi yaitu, seksi I (Serang—Rangkasbitung), seksi II (Rangkasbitung—Bojong), dan seksi III (Bojong—Panimbang).

Keberadaan jalan tol ini juga dinilai penting untuk menunjang aksesibilitas Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Lesung serta mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan Banten Selatan. KEK Tanjung Lesung merupakan salah satu dari 10 KEK pariwisata yang tengah dikembangkan oleh pemerintah.

Tag : infrastruktur, jalan tol, bpjt, banten
Editor : Zufrizal

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top