Kerja Sama Selatan-Selatan dan Triangular, RI Dipercaya Dunia Perkuat KSST

Indonesia mendapat kepercayaan internasional untuk memperkuat dan meningkatkan Kerja Sama Selatan-Selatan dan Triangular
Anissa Margrit | 19 April 2017 14:25 WIB
Ilustrasi. - .Antara/Widodo S. Jusuf

Bisnis.com, JAKARTA— Indonesia mendapat kepercayaan internasional untuk memperkuat dan meningkatkan Kerja Sama Selatan-Selatan dan Triangular.

“Indonesia sejauh ini telah mendapat kepercayaan yang sangat tinggi dari dunia internasional dalam memperkuat atau meningkatkan Kerja Sama Selatan-Selatan dan Triangular (KSST). Upaya penguatan kerja sama tersebut dilakukan dengan melaksanakan program-program pembangunan kapasitas bagi negara-negara berkembang,” ujar Direktur Metrologi Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kementerian Perdagangan (Kemendag) Hari Prawoko saat membuka Focus Group Discussion (FGD) Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Peraturan Teknis seperti dikutip dari pernyataan resmi yang diterima Bisnis, Rabu (19/4/2017).

Bimtek tersebut diselenggarakan bagi Ministerio do Coercio Industria E-Ambiante (Kementerian Perdagangan, Industri, dan Lingkungan) Republik Demokratik Timor Leste sebagai langkah awal mendukung agenda KSST di bidang metrologi legal. Penyelenggaraan FGD diklaim sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) 2015-2019 yang menyatakan pentingnya bagi Indonesia meningkatkan peran dalam KSST.

Hari melanjutkan Bimtek ini merupakan salah satu langkah penguatan infrastruktur metrologi legal yang mencakup penyediaan dan penguatan aspek regulasi, kelembagaan, laboratorium pengujian, serta pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). Hal ini dilakukan untuk mendukung perdagangan kedua pihak.

“Prinsip utama perdagangan adalah rasa percaya yang berkaitan erat dengan jaminan kebenaran hasil pengukuran, khususnya dalam penggunaan alat ukur saat bertransaksi. Hal ini bukan saja berperan sebagai perlindungan kepada masyarakat atau konsumen, tapi juga penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi secara makro,” papar dia.

Berdasarkan data Kemendag, total perdagangan Indonesia-Timor Leste pada 2016 adalah US$227,4 juta atau meningkat 4,79% dari posisi tahun sebelumnya yang senilai US$217 juta.

Tag : perdagangan bebas
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top