Menaker Tepis Adanya Larangan Berdemo Saat Hari Buruh

Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri mengaku tak melarang pekerja untuk berdemonstrasi pada peringatan May Day.
Nurhadi Pratomo | 19 April 2017 15:56 WIB
Ilustrasi long march buruh - Antara

Bisnis.com JAKARTA - Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri mengaku tak melarang pekerja untuk berdemonstrasi. Hal tersebut terkait adanya tudingan surat edaran yang melarang para pekerja untuk berdemo pada peringatan May Day.

“Menyampaikan aspirasi itu boleh saja, tetapi harus dilakukan secara tertib,” ujar Hanif dalam keterangan resmi yang diterima oleh Bisnis.com pada Rabu (19/4/2017).

Dia mengingatkan agar paradigma mengenai May Day harus diubah. Kesempatan itu menurutnya harus dimanfaatkan dengan perayaan bersama secara nasional. “Bisa dilakukan dengan melakukan parade atau karnaval bersama.”

Dia berharap serikat pekerja/serikat buruh (SB/SP) dapat menyikapi May Day secara positif. Para pekerja juga dapat menyampaikan aspirasi mereka melalui kegiatan diskusi sehingga pesan dapat langsung disampaikan.

"Kegiatan tatap muka dapat menjadi sarana yang bagus untuk menyampaikan saran dan kritik. Informasi yang cepat akan membuat pemerintah lebih responsif," ujar Hanif.

Sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan telah mengadakan pertemuan dengan SB/SP pada Selasa malam (18/4/2017). Sejumlah isu termasuk program pemagangan nasional menjadi pokok bahasan dalam pertemuan tersebut.

Dalam pertemuan tersebut, Hanif mengingatkan kepada para peserta tentang tantangan yang dihadapi pekerja secara global. Dia meminta agar tenaga kerja dapat melakukan penyesuain keterampilan dengan cepat.

Tag : may day, hari buruh, menaker
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top