PERJANJIAN DAGANG: Indonesia Bakal Susun Kemitraan Dengan Peru

Indonesia bakal meningkatkan hubungan dagang dengan Peru lewat perjanjian perdagangan yang akan segera disusun
Anissa Margrit | 19 April 2017 16:38 WIB
Ilustrasi. - .

Bisnis.com, JAKARTA— Indonesia bakal meningkatkan hubungan dagang dengan Peru lewat perjanjian perdagangan yang akan segera disusun.

Direktur Jenderal (Dirjen) Perundingan Perjanjian Internasional Kementerian Perdagangan Iman Pambagyo mengungkapkan Peru merupakan salah satu negara yang sedang didekati oleh Indonesia.

“Kami sedang dan akan mendekati Sri Lanka, Bangladesh, Nigeria, dan Mozambik untuk PTA [Preferential Trade Agreement]. Juga akan meluncurkan negosiasi Indonesia-Peru TIGA [Trade In Goods Agreement],” ungkap dia kepada Bisnis, Rabu (19/4/2017).

Peru bukan satu-satunya negara Amerika Latin yang disasar Indonesia. Saat ini, Indonesia tengah melakukan perundingan dengan Chile dalam rangka TIGA. Meski pembahasannya dimulai pada 2014, tapi sempat terhenti sekitar tiga tahun sebelum kembali dihidupkan pada Maret 2017.

Menurut Iman, peluncuran Indonesia-Peru TIGA akan dilakukan dalam waktu dekat.

“Sedang cari waktu kedua menteri perdagangan bertemu,” lanjut dia.

Berdasarkan data Kemendag, Indonesia mencatatkan surplus US$99,79 juta dalam neraca dagang dengan Peru pada 2016. Produk Tanah Air yang diekspor ke negara itu bernilai US$159,09 juta, sedangkan impor Indonesia dari Peru sekitar US$59,3 juta.

Pendekatan ke sejumlah negara itu adalah upaya pemerintah mendiversifikasi tujuan ekspor setelah selama ini sebagian besar hanya dilakukan ke pasar tradisional seperti China, AS, Jepang, India, dan Uni Eropa. Tahun ini, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekspor sebesar 5,6% setelah pada 2016 angkanya menyusut 3,94% menjadi US$144,43 miliar. 

Tag : perdagangan bebas
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top