Kansai Paint Perkuat Pasar dengan 3 Produk Anyar

Pabrikan cat Kansai Paint memperkuat pasar cat ritel dekoratif dengan melepas tiga produk cat premium anyar dan dua produk hasil penyegaran dari segmen yang sudah beredar.
Regi Yanuar Widhia Dinnata | 20 April 2017 17:21 WIB
Para model berpose dengan tiga cat premium terbaru dari Kansai Paint. - Regi Yanuar

Bisnis.com, JAKARTA—Pabrikan cat Kansai Paint memperkuat pasar cat ritel dekoratif dengan melepas tiga produk cat premium anyar dan dua produk hasil penyegaran dari segmen yang sudah beredar.

Commercial Channel Manager Elizabeth T. Sutrisno optimistis peluncuran produk baru ini dapat mendongkrak penjualan cat pada tahun ini sebesar 20%—30%.

Pertumbuhan perekonomian diyakini Elizabeth dapat membantu menggerakkan permintaan cat ritel dekoratif.  "Memang industri cat sempat lesu pada tahun lalu akibat perlambatan ekonomi nasional. Namun dengan berbagai strategi serta penetrasi yang baru, kami yakin bisa mencapai target yang ditetapkan tahun ini," ujar Elizabeth, seusai peluncuran produk, Kamis (20/4/2017).

Ketiga produk baru ini adalah Pearl Sheen dan Ruby Matt untuk cat interior serta Diamond Shield untuk cat eksterior. Ketiganya mengantongi setifikat Singapore GreenLabel.

Selain memperkenalkan tiga produk terbaru, perusahaan melakukan penyegaran terhadap dua produk lamanya, yaitu Eco Clean untuk interior dan Splesh untuk eksterior. Kansai mendongkrak daya tahan kedua produk ini hingga 7 tahun.

Pada kesempatan yang sama, Leonardo Batubara, Brand Manager Kansai Paint, mengatakan perusahaan menawarkan sejumlah fitur yang diyakini mampu menarik minat konsumen, seperti antinyamuk, antijamur, antiair, dan tahan cuaca.

Tahun lalu Kansai Paint menggelontorkan investasi hingga Rp60 miliar guna menggenjot kapasitas produksinya. Pada awal 2016, Kansai Paint mulai membangun dua fasilitas emulsion dan zinc chromate sehingga meningkatkan kapasitas produksi menjadi 1.200 ton per bulan dari sebelumnya 800 ton per bulan. Secara total, Kansai Paint mampu memproduksi cat sebanyak 2.000 ton per bulan.

Tag : industri cat
Editor : Ratna Ariyanti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top