Xunda Targetkan Penjualan Satu Juta Kompor Gas

Pabrikan kompor gas asal China Xunda Science & Technology Group Co., Ltd. menyebut Indonesia merupakan pasar terpenting bagi perusahaan dibandingkan negara lain di wilayah Asean.
Akhirul Anwar | 20 April 2017 21:21 WIB

Bisnis.com, XIANGTAN - Pabrikan kompor gas asal China Xunda Science & Technology Group Co., Ltd. menyebut Indonesia merupakan pasar terpenting bagi perusahaan dibandingkan negara lain di wilayah Asean.

Felix, General Manager Xunda mengatakan selama 17 tahun sudah menjalin kerjasama ekspor dengan perusahaan Indonesia untuk memasarkan produk kompor gas yakni dengan merek lokal Sanken. Jumlah penduduk yang mencapai ratusan juta sangat potensial menjadi target pasar.

"Kami sudah bekerjasama dengan Sanken," katanya saat menerima kunjungan rombongan China-ASEAN Media Journey on The 21st Century Maritime Silk Road 2017 di kantor pusat Xunda, kawasan industri Hunan Xunda Science Park di kota Xiangtan, Hunan, China, Kamis (20/4/2017).

Disinggung soal pasar kompor gas di Indonesia, ia menilai tahun ini lebih baik dibandingkan tahun 2016. Hingga April tahun ini sudah berhasil menjual 50% dari target tahunan sebanyak satu juta unit kompor. Meski demikian pangsa pasar Xunda di Indonesia masih jauh dibandingkan produk kompetitor.

Felix menambahkan, pangsa pasar kompor gas di Indonesia masih dikuasai oleh merk Rinnai sebesar 65%. Dengan pangsa pasar yang kecil, Xunda berusaha menggenjot penjualan melalui kerjasama dengan produsen kompor Modena.

Proses kerjasama antara Xunda dengan Modena sedang berlangsung dan diharapkan sudah dimulai tahun ini. Perusahaan, jelasnya lebih memilih bekerjasama dan memakai produk lokal di pasaran karena sudah lebih dulu dikenal oleh masyarakat.

Selain ekspor ke Indonesia, Xunda juga menggarap pasar di negara kawasan Asean seperti Filipina, Thailand dan Malaysia. Pendapatan perusahaan khusus di Asean mencapai US$16 juta per tahun, sedangkan hasil penjualan secara keseluruhan sebanyak US$120 juta per tahun.

Tag : kompor, industri china
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top