Kunango Jantan Bangun 2 Pabrik Baru Tahun Ini

PT Kunango Jantan berencana membangun dua pabrik baru tahun ini, guna memenuhi kebutuhan material pendukung pembangunan infrastruktur di wilayah Sumatra yang sebagian besar masih didatangkan dari Jawa.
Heri Faisal | 21 April 2017 16:23 WIB
Pekerja menyelesaikan pembangunan konstruksi jalan tol. - Bloomberg/Dimas Ardian

Bisnis.com, PADANG — PT Kunango Jantan berencana membangun dua pabrik baru tahun ini, guna memenuhi kebutuhan material pendukung pembangunan infrastruktur di wilayah Sumatra yang sebagian besar masih didatangkan dari Jawa. 

Direktur Utama Kunango Jantan Asril mengatakan dua pabrik baru itu adalah pabrik tower untuk transmisi listrik 250 kv dan pabrik bantalan rel kereta api dari baja. 

“Kami bangun pabrik untuk membantu pemerintah memenuhi kebutuhan infrastruktur, untuk pemerataan,  sehingga biaya distribusinya tidak terlalu besar, karena sudah ada di Sumatra,” katanya, kepada Bisnis.com,  Kamis (20/4/2017).

Dia mengatakan pembangunan pabrik itu masih dalam proses uji coba untuk memastikan produk yang diproduksi memiliki kualitas tinggi. Harapannya pertengahan tahun ini pembangunan pabrik sudah bisa dilakukan.

Asril mengungkapkan untuk tahap awal, investasi pembangunan dua pabrik itu sekitar Rp125 miliar. Anggaran pembiayaan baru membengkak setelah produksi mulai dilakukan yang dijadikan sebagai modal kerja. 

Selama ini, imbuhnya, kebutuhan material pendukung untuk pembangunan infrastruktur di Sumatra, umumnya didatangkan dari Jawa. Bahkan sebagian malah diimpor, sehingga harga menjadi mahal karena biaya distribusi yang dikeluarkan sangat tinggi. 

Dia mengungkapkan Kunango Jantan menangkap potensi bisnis dari rencana pemerintah membangun tol listrik Sumatra-Jawa-Bali atau jaringan transmisi listrik yang menghubungkan dua pulau besar itu. Juga pembangunan jaringan kereta api Trans Sumatra,  dan jalan tol Trans Sumatra. 

Menurutnya, rencana pembangunan infrastruktur itu memerlukan banyak material pendukung seperti beton precast, tiang penerangan jalan, bantalan untuk rel kereta dan kebutuhan lainnya. 

“Selama ini dari Jawa. Kalau bantalan rel dikirim dari Lampung,  kan jauh. Beton precast tidak efisien dikirim dari Jawa, mahal. Makanya harus ada pabrik di sini, harganya jadi lebih murah,” ujarnya. 

Adapun, saat ini Kunango Jantan Grup sudah  menjalankan enam pabrik yakni pabrik tiang besi, pabrik beton, pabrik konstruksi baja, pabrik pipa, pabrik galvanis, dan pabrik precast. Dalam waktu dekat juga dibangun dua pabrik lainnya, yaitu pabrik tower transmisi listrik,  dan pabrik bantalan rel kereta. 

Asril mengungkapkan meski pertumbuhan ekonomi cenderung stagnan, namun permintaan dari kliennya untuk material galvanis, pipa maupun beton precast meningkat hingga dua kali lipat tahun ini. 

“Klien kami sampai Papua dan NTT, karena memang kebutuhan galvanis masih tinggi, sementara pabrik banyaknya hanya di Jawa,” katanya. 

Untuk galvanis, sebutnya, perseroan masih belum untung karena beban produksi yang tinggi. Namun untuk jangka panjang dia yakin permintaan bakal terus meningkat. 

Menurutnya,  kehadiran pabrik galvanis di Sumbar sejak berdiri tahun lalu, berkontribusi penurunan biaya distribusi untuk wilayah Sumatra mencapai 30%.

Umumnya, material galvanis yang diproduksi Kunango Jantan Grup adalah tiang penerangan jalan umum (PJU), tiang listrik, pipa perusahaan air minum daerah (PDAM), gadrail, elbow, plat baja, reducer, spun pile, dan lain-lain.

Dia mengungkapkan perseroan juga memproduksi baja sesuai kebutuhan dan permintaan klien, baik dari pemerintah daerah, BUMN/BUMD, maupun perusahaan swasta.

 

Tag : industri baja
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top