Pemerintah Ajak Swasta Turut Garap Rumah Kita

Seiring penyelesaian lelang rute tol laut untuk swasta yang dihadirkan mulai tahun ini, Kementerian Perhubungan juga mengundang pihak swasta untuk dapat turut serta membangun setidaknya 20 titik \'Rumah Kita\'.
Puput Ady Sukarno | 21 April 2017 00:11 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjadi pembicara pada diskusi di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (4/4). - Antara/Wahyu Putro A

Bisnis.com, JAKARTA - Seiring penyelesaian lelang rute tol laut untuk swasta yang dihadirkan mulai tahun ini, Kementerian Perhubungan mengundang pihak swasta untuk turut serta membangun setidaknya 20 titik 'Rumah Kita'.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, selain adanya keterlibatan swasta pada program tol laut tahun ini, diharapkan juga ada peran serta swasta dalam pembuatan 'Rumah Kita' di sejumlah rute yang dilayani tol laut swasta tersebut.

"Tahun ini kan kita lelang untuk angkutan tol laut swasta, nah kita juga minta swasta turut garap Rumah Kita juga. Jadi kalau tahun lalu oleh BUMN ada 20 Rumah Kita, ya yang swasta ini juga diharapkan 20 juga," tuturnya, saat dijumpai di Pelabuhan Tanjung Priok, Rabu (20/4/2017) petang.

Menurutnya, dari target pembangunan 20 Rumah Kita dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut saat ini sudah terealisasi sekitar 10 Rumah Kita. Dengan demikian, jika 20 Rumah Kita dari swasta juga terbangun maka akan memiliki sebanyak 40 Rumah Kita.

Rumah Kita adalah sebuah lokasi atau tempat yang menampung barang-barang untuk mempertahankan harga secara konstan, dan juga mengumpulkan barang untuk (jalur) balik bagi angkutan tol laut.

"Selama ini isunya kan barang baliknya sedikit. Jadi ini juga untuk menjamin ketersediaan barang yang bisa diangkut saat balik," ujarnya.

Menurutnya, dengan mulai beroperasinya tol laut swasta dan juga Rumah Kita tersebut dapat memenuhi target keterisian kapal dan juga sekaligus mampu mendorong penurunan harga.

Sekarang, kata dia, format yang digunakan untuk mendukung kesuksesan program tol laut swasta kali ini, ketika tol laut swasta jalan, maka dia harus langsung membuat Rumah Kita.

Pasalnya, setelah dievaluasi, pada program tol laut yang BUMN meskipun ketika itu sudah berjalan enam bulan namun didapati harga di sana masih cukup tinggi dan pasokan barang untuk diangkut balik masih minim. Hal itu lantaran tidak segera dibangun Rumah Kita.

Hal senada disampaikan Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan bahwa pemerintah mengundang swasta untuk turut serta membangun Rumah Kita, sehingga upaya menekan harga dapat semakin maksimal.

"Kita ajak privat sector untuk turut di sana. Kita siapkan insentif melalui pemberian subsidi di kapal lautnya supaya biaya angkutnya lebih murah," ujarnya.

 

Tag : Tol Laut
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top