Melon asal Teluk Naga, Tangerang Tembus Supermarket

Kawasan Teluk Naga, Tangerang dinilai tepat untuk budi daya tanaman melon dan produknya layak untuk memenuhi kebutuhan supermarket.
Newswire | 21 April 2017 13:46 WIB
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Kawasan Teluk Naga, Tangerang dinilai tepat untuk budi daya tanaman melon dan produknya layak untuk memenuhi kebutuhan supermarket.

Agung Pratama, Area Sales Manager PT East West Seed Indonesia (Edwindo), mengatakan melon yang ditanam di Teluk Naga itu merupakan yang pertama kali dilakukan oleh perusahaan selaku pemasok benih bagi petani di kawasan itu.

"Ternyata hasilnya memuaskan dan memenuhi syarat untuk dijual di supermarket. Panen petani Teluk Naga terbilang sukses, karena hanya 5% yang tidak memenuhi standar dalam artian buahnya pecah, sedangkan lainnya diterima," ungkapnya, Jumat (21/4).

Agung mengatakan konsumen pasar modern termasuk supermarket menginginkan buah yang lebih ekslusif dibandingkan  dengan buah yang dijual di pasar tradisional.

Agung mengatakan Ewindo memberikan pendampingan kepada petani selama uji coba sampai para petani mampu bertanam sendiri.

"Kami harapkan hasil panen optimal sehingga hubungan petani dengan pasar modern yang telah menjadi mitra untuk melon terus berlanjut."

Menurutnya, Ewindo sedang mengembangkan aplikasi untuk membantu petani yang diberi nama Sipindo (Sistem Aplikasi Petani Indonesia) untuk membantu petani di bidang pemasaran serta kiat bercocok tanam.

Aplikasi itu, sambungnya,diharapkan juga dapat membantu petani untuk mengenali penyakit tanaman, untuk kemudian dapat segera diambil tindakan agar petani tidak mengalami kerugian.

"Petani cukup memotret tanaman yang terkena penyakit melalui aplikasi tersebut akan segera diketahui penyebabnya serta tindakan apa saja yang harus diambil," ujar Agung.

Agung mengatakan, aplikasi tersebut baru akan diluncurkan pada  27 April dengan mengundang perwakilan petani di Indonesia, diharapkan mereka akan menyebarkan kepada rekan-rekan lainnya.

Suratman, petani Teluk Naga, Tangerang, mengungkapkan pada tahap uji tanaman melon sudah mampu memproduksi empat ton di atas lahan 2.500 meter persegi.

Suratman yang sebelumnya merupakan petani sayur daun mengatakan bertanam melon pertama kalinya diperkenalkan Ewindo pada awal Januari, ternyata bertanamnya mudah serta hasilnya sangat memuaskan.

Suratman mengatakan, seluruh hasil panen melon yang didapat pada Kamis (20/4) akan dikirim ke pasar modern yang telah menjadi mitra. Dia berharap harga belinya sesuai marjin yang diharapkan sehingga budi daya melon ini dapat terus berlanjut.

Suratman menjelaskan melon yang ditanam berasal dari benih eksklusif jenis Stella F1 yang memiliki tingkat kemanisan tinggi (15 - 17 brix), dan tekstur daging renyah seperti buah peer. Kulit buahnya berwarna kuning, sedangkan daging buahnya berwarna orange.

Suratman mengatakan selama ini dirinya telah sukses bertanam sayuran daun. Setiap hari dia memasuk rata-rata 5 ton sayuran daun ke berbagai pasar di Ibu Kota.

Dia juga sukses bertanam sayuran buah seperti timun, timun acar, pare, oyong, dan kacang panjang dengan menggunakan benih Ewindo. Dia berharap akan memetik sukses serupa dari bercocok tanam melon, apalagi menjelang bulan puasa dipastikan pesanan akan meningkat.


Tag : hortikultura
Editor : Bambang Supriyanto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top