Borobodur, Prioritas untuk World Bank IMF Annual Meeting

Dalam rangka menyambut World Bank IMF Annual Meeting 2018, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman melakukan koordinasi sehubungan dengan pembangunan prioritas di Kawasan Borobudur.
Gloria Fransisca Katharina Lawi | 22 April 2017 18:30 WIB
Candi Borobudur - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Dalam rangka menyambut World Bank IMF Annual Meeting 2018, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman melakukan koordinasi sehubungan dengan pembangunan prioritas di Kawasan Borobudur.

Deputi Bidang Koordinasi Infrasktruktur Kemenko Bidang Kemaritiman, Ridwan Djamaluddin mengatakan, keseluruhan memang sudah lama Borobudur menjadi salah satu kawasan strategis nasional. Pasalnya, pada akhir 2015 difokuskan kepada sepuluh destinasi, dan Borobudur sebagai salah satu di antaranya.

“Kemudian ketika ada bantuan dari Bank Dunia untuk memperkuat infrastruktur kepariwisataan, Borobudur menjadi salah satu yang kita prioritaskan," kata Ridwan melalui siaran pers yang diterima Bisnis, Sabtu (22/2/2017).

Saat ini pemerintah sedang mempersiapkan 5+1 destinasi wisata penting dalam rangka menyambut World Bank IMF Annual Meeting 2018, saah satunya ini di Borobudur.

Dalam persiapan ini, Ridwan memaparkan, berbagai akomodasi, aksesibilisasi, dan infrastruktur Borobudur sedang disiapkan. Hal itu dilakukan agar nantinya wisatawan dunia, setelah acara World Bank IMF Annual Meeting 2018 maupun wisatawan lainnya tidak terlalu sulit ke Borobudur.

Pemerintah menyiapkan infrastruktur pendukung seperti air bersih, hotel, jalan, bandara, pelabuhan, kereta api, toilet, dan fasilitas lain.

“Kita juga berusaha untuk menahan mereka berwisata selama mungkin di sini, oleh sebab itu memberikan fasilitas sebaik-baiknya," jelasnya.

Untuk target penyelesaian, lanjut Ridwan, yakni berjalan selama pelaksanaan IMF World Bank tersebut, yakni Oktober 2018. Tahun ini, dilakukan tahap mulai dari membuat dan memutuskan daftar prioritas apa saja yang akan dibangun sudah harus diputuskan.

"Kalau Borobudur sendiri, secara umum infrastruktur untuk mencapai kawasan sini sudah tidak terlalu sulit, hanya kita perlu mengatur paket-paket perjalanannya, mendistribusikan agar misalnya sebagian masuk dari Bandara Jogja, sebagian masuk dari Bandara Semarang, sebagian masuk dari Bandara Solo. Nah hal-hal ini yang akan kita atur bersama-sama," pungkasnya.

Diketahui ada 189 negara peserta dan 18 ribu hingga 20 ribu pengunjung World Bank IMF Annual Meeting 2018 yang datang ke Indonesia tepatnya di lokasi acara yakni Bali. Diperkirakan setelah itu peserta tentunya akan meluangkan waktu untuk berwisata. Oleh sebab itu, Kementerian dan Lembaga terkait telah menyiapkan selain Bali yakni, Danau Toba, Mandalika, Labuan Bajo, Tanah Toraja, dan Borobudur.

Tag : pariwisata
Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top