Kemenko Maritim Pantau Bandara Kulon Progo

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Ridwan Djamaluddin memaparkan pemerintah tengah memantau progress pembangunan Bandara Kulon Progo, Jawa Tengah untuk menunjang akses ke Borobudur.
Gloria Fransisca Katharina Lawi | 22 April 2017 23:37 WIB
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman tengah memantau progress pembangunan Bandara Kulon Progo, Jawa Tengah untuk menunjang akses ke Borobudur.

Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Kemenko Bidang Kemaritiman, Ridwan Djamaluddin memaparkan bahwa proses pembangunan bandara tersebut dari hari ke hari mengalami progress yang baik.

Meski Bandara Kulon Progo baru memiliki beberapa bangunan telah pembangunan awal pada dua bulan yang lalu, yakni 21 februari 2017 namun kini sejumlah bangunan penunjang hampir rampung.

“Ketika itu Bapak Presiden hadir meletakkan batu pertama, memulai pembangunan dari hari ke hari, dan sekarang proses-proses administrasi sudah hampir selesai,” kata Ridwan melalui siaran pers yang diterima Bisnis, Sabtu (22/4/2017).

Terkait kendala dalam pembangunan bandara tersebut, Ridwan memaparkan, kalaupun ada kendala seperti pembebasan lahan, konstruksi dan lain-lain, itu bukanlah hal yang besar. Secara umum kemajuan baik, dan masalah-masalah kecil akan diselesaikan dalam waktu tidak terlalu lama.

“Nah dalam hal ini, Kemenko Maritim secara formal bertugas untuk mengkoordinasikan dengan Kementerian dan lembaga terkait, misalnya seperti Kementerian Perhubungan, bahkan juga dengan infrastruktur pendukung seperti kelistrikan dan lain-lain. Saya kira semuanya kita laksanakan,” jelasnya.

Sementara itu, Asisten Deputi Infrastruktur Konektivitas dan Sistem Logistik, Rusli Rahim memaparkan bahwa adapun kegiatan koordinasi percepatan pembangunan bandara antara lain Pengadaan Lahan, Perencanaan dan Konstruksi yang meliputi detail design, pemagaran batas lahan, Airside, Terminal, Tower, Gedung Penunjang dan infrastruktur pendukung, Sutet meliputi pengamanan dan prosedur penerbangan, aksesibilitasi meliputi kereta api bandara dan akses jalan atau tol, serta potensi tsunami meliputi mekanisme mitigasi, serta Jalan Daendels yakni pemindahan jalan yang memotong lahan bandara.

Keberadaan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) di dalam Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan Bandara Kulon Progo, masih dimungkinkan, dengan memasang tanda atau lampu sesuai ketentuan yang ada. Selain itu juga ada pengaturan prosedur navigasi penerbangan di bandara.

“Terkait SUTET yang berada di areal masuk bandara, akan diberikan pengamanan sebaik mungkin untuk melindungi aktivitas yang ada di bawahnya,” jelas Rusli.

Sementara Trase jalur Kereta Api Bandara, lanjut Rusli, segera ditetapkan. Terkait pembebasan lahan akan dibahas dan diputuskan dalam rapat internal Kementerian Perhubungan. Terkait potensi dampak Tsunami terhadap Bandara Kulon Progo, hasil kajian menyimpulkan bahwa kejadian Tsunami dapat menyebabkan ketinggian air yang sampai ke pinggir pantai dekat bandara meningkat.

Pihak BMKG masih melakukan kajian lebih lanjut dan akan menyampaikan hasilnya kepada pihak-pihak berkepentingan, agar dapat mempersiapkan mitigasi yang dibutuhkan apabila terjadi tsunami.

“Dan terhadap Jalan Daendels yang memotong lahan bandara baru, akan dikoordinasikan lebih lanjut penyelesaiannya antara Kementerian PUPR dengan pihak PT Angkasa Pura I,” pungkasnya.

Tag : transportasi
Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top