Sritex Tingkatkan Kapasitas Produksi Pabrik

Produsen tekstil dan produk tekstil PT Sritex Tbk meningkatkan kapasitas produksi pabrik pemintalan dan penyempurnaan kain guna menangkap pertumbuhan permintaan produk TPT dalam dan luar negeri.
Dara Aziliya | 24 April 2017 21:35 WIB
Presiden Joko Widodo (tengah) bersama Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (dari kiri), Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution, Presdir PT Sritex Tbk Iwan Setiawan dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menekan tombol saat peresmian perluasan Pabrik PT Sri Rejeki Isman (Sritex) Tbk di Sukoharjo, Jawa Tengah, Jumat (21/4). - Mohammad Ayudha

Bisnis.com, JAKARTA – Produsen tekstil dan produk tekstil PT Sritex Tbk meningkatkan kapasitas produksi pabrik pemintalan dan penyempurnaan kain guna menangkap pertumbuhan permintaan produk baik dari dalam maupun luar negeri.

Direktur Utama PT Sritex Iwan Setiawan Lukminto mengungkapkan perusahaan tersebut menggelontorkan investasi sebesar Rp2,6 triliun untuk fasilitas produksi spinning dan finishing tersebut. Sritex berkomitmen terus berinvestasi meski pertumbuhan industri TPT tiga tahun terakhir mencatatkan kinerja minus.

“Dengan perluasan tersebut, saat ini Sritex Group memiliki 24 pabrik spinning, 7 pabrik weaving, 5 pabrik finishing, dan 11 garmen. Total karyawan kami lebih dari 50.000 orang,” terang Iwan melalui keterangan resmi, Senin (24/4).

Selain menempuh peningkatan kapasitas pabrik, Sritex juga memperkuat program pengembangan sumber daya manusia (SDM). “SDM adalah aset unggulan perusahaan yang dibentuk dengan pelatihan-pelatihan terstruktur. Selain itu, kami terapkan budaya perusahaan dengan terintegrasi dan inovatif sehingga mendapatkan SDM yang tangguh, terampil, berkompeten serta berkarakter,” jelas Iwan.

Sementara itu, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyampaikan industri TPT memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, dengan devisa ekspor mencapai US$2 miliar selama Januari--Februari 2017.

“Industri TPT yang juga sektor padat karya berorientasi ekspor ini dapat menjadi jaring pengaman sosial karena banyak menyerap tenaga kerja. Hingga saat ini, diperkirakan mencapai 3 juta orang,” kata Airlangga.

Kemenperin mencatat, pada 2016, nilai investasi industri TPT mencapai Rp7,54 triliun dengan perolehan devisa yang signifikan dari nilai ekspor sebesar US$11,87 miliar dan mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 17,03% dari total tenaga kerja industri manufaktur.

Tag : sritex
Editor : Ratna Ariyanti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top