Proyek Kilang Mini Ditugaskan ke Pertamina

Pemerintah akan menugaskan pembangunan kilang mini kepada PT Pertamina (Persero) setelah menghentikan proses lelang klaster VIII (Oseil dan Bula).
Duwi Setiya Ariyanti | 25 April 2017 16:23 WIB
Kilang minyak Bontang - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah akan menugaskan pembangunan kilang mini kepada PT Pertamina (Persero) setelah menghentikan proses lelang klaster VIII (Oseil dan Bula).

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) I G.N. Wiratmaja Puja mengatakan bahwa lelang dihentikan sesuai arahan Menteri ESDM. Alhasil, pembangunan kilang mini nantinya berjalan dengan skema penugasan. Pertamina yang akan ditugaskan sehingga perseroan itu harus mencari mitra strategis.

 “Tadinya kan sudah ada yang sudah ada yang dilelang yang di Maluku kan. Makanya lelangnya disetop, arahan Pak Menteri ditugaskan kepada Pertamina. Nanti Pertamina yang cari partner jadi bukan kita yang di migas,” ujarnya di Jakarta, Selasa (25/4/2017).

Dia menuturkan, dari lelang yang dilakukan memang telah didapatkan peminat. Namun, proses pencarian investor dihentikan karena terdapat pertimbangan seperti faktor pengalaman untuk membangun kilang, mencari partner, dan kemudahan menjual output kilang.

Adapun, lelang kilang mini di klaster VIII dimulai sejak Desember 2016. Kemudian, telah diperoleh ima badan usaha yang lulus dokumen kualifikasi, yakni PT Alam Bersemi Sentosa, PT Tri Wahana Universal, KSO PT Remaja Bangun Kencana Kontraktor-Changling Petrochemical Engineering Design Co. Ltd, PT Aliansi Lintas Teknologi, dan KSO PT Harmoni Drilling Services-Oceanus Co. Ltd.

Dia pun menyebut masih belum bisa dipastikan apakah tujuh klaster yang akan dilelang kesemuanya ditugaskan kepada Pertamina. Menurut Wirat, masih terdapat peluang jumlah kilang yang ditugaskan berkurang atau bertambah.

Adapun, kilang lainnya yang akan ditawarkan yakni Klaster II Selat Panjang Malaka (Selat Malaka), Klaster III Riau (Tonga, Siak, Pendalian, Langgak, West Area dan Kisaran), Klaster IV Jambi (Palmerah, Mengoepeh, Lemang dan Karang Agung), Klaster V Sumatera Selatan (Merangin II dan Ariodamar), Klaster VI Kalimantan Selatan (Tanjung), dan Klaster VII Kalimantan Utara (Bunyu, Sembakung, Memburungan dan Pamusian Juwata). “Bisa jadi nambah, bisa jadi berkurang bisa juga di tempat lain,” katanya.

Tag : pertamina, kilang minyak
Editor : Sepudin Zuhri

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top