Bandara Kulonprogo Pendukung Logistik di Yogyakarta

Bandara Kulonprogo bisa mendukung arus logistik di Yogyakarta dan Jawa Tengah.
Gloria Fransisca Katharina Lawi | 25 April 2017 07:59 WIB
Petugas membongkar bangunan di area yang akan digunakan untuk Bandara Internasional Kulonprogo di Temon, Kulonprogo, DI Yogyakarta, Kamis (13/4). - Antara/Andreas Fitri Atmoko

Bisnis.com, JAKARTA – Bandara Kulonprogo dinilai bisa mendukung arus logistik di Yogyakarta dan Jawa Tengah.

Yukki Nugrahawan Hanafi, Ketua Umum DPP Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) mengatakan mendukung pembangunan bandara di Kulonprogo, Yogyakarta.

"Kalau bicara dampak langsung ke angkutan udara melalui Jogja bukan semata memperbaiki infrastruktur bandara. Ini masalah trafik barang," jelas Yukki kepada Bisnis, Senin (24/4/2017).

Pasalnya, Yogyakarta masuk dalam 15 besar dalam kargo udara, khususnya untuk kegiatan domestik. Kalau mengacu pertumbuhan domestik angkutan barang melalui udara pada tahun 2015 ke 2016 ada kenaikan sebesar 12%.

"Ini angka yang sangat tinggi dan Yogya termasuk daerah yang menikmati kenaikan tersebut," ujarnya.

Dengan pembangunan bandara baru dan Yogyakarta yang bersifat internasional tentunya akan masuk pesawat berbadan besar. Hal ini akan membawa dampak kepada pengiriman secara langsung.

"Yang selama ini selalu dinikmati oleh Soekarno Hatta Airport, dan sebagian kecil yang melalui Surabaya juga," tuturnya

Sebelumnya, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman tengah memantau progress pembangunan Bandara Kulon Progo, Jawa Tengah untuk menunjang akses ke Borobudur.

Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Kemenko Bidang Kemaritiman, Ridwan Djamaluddin memaparkan bahwa proses pembangunan bandara tersebut dari hari ke hari mengalami progress yang baik.

Meski Bandara Kulon Progo baru memiliki beberapa bangunan karena proses pembangunan dilakukan awal pada dua bulan yang lalu, yakni 21 februari 2017 namun kini sejumlah bangunan penunjang hampir rampung.

“Ketika itu Bapak Presiden hadir meletakkan batu pertama, memulai pembangunan dari hari ke hari, dan sekarang proses-proses administrasi sudah hampir selesai,” kata Ridwan melalui siaran pers yang diterima Bisnis, Sabtu (22/4/2017).

Terkait kendala dalam pembangunan bandara tersebut, Ridwan memaparkan, kalaupun ada kendala seperti pembebasan lahan, konstruksi dan lain-lain, itu bukanlah hal yang besar. Secara umum kemajuan baik, dan masalah-masalah kecil akan diselesaikan dalam waktu tidak terlalu lama.

“Nah dalam hal ini, Kemenko Maritim secara formal bertugas untuk mengkoordinasikan dengan Kementerian dan lembaga terkait, misalnya seperti Kementerian Perhubungan, bahkan juga dengan infrastruktur pendukung seperti kelistrikan dan lain-lain. Saya kira semuanya kita laksanakan,” jelasnya.

Tag : logistik
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top