Pembangunan Kawasan Industri di Luar Jawa Perlu Dipercepat

Himpunan Kawasan Industri Indonesia berharap agar pembangunan 14 kawasan industri yang difasilitasi pemerintah di luar Jawa dapat berjalan lebih cepat.
Regi Yanuar Widhia Dinnata | 27 April 2017 20:47 WIB
Aktivitas karyawan di pabrik karoseri truk di kawasan industri Bukit Indah City, Purwakarta, Jawa Barat. - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA — Himpunan Kawasan Industri Indonesia berharap agar pembangunan 14 kawasan industri yang difasilitasi pemerintah di luar Jawa dapat berjalan lebih cepat.

Sanny Iskandar, Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI), mengatakan Kementerian Perindustrian saat ini terus mendorong penyelesaian 14 KI, termasuk 10 KI yang berada di luar Jawa. KI tersebut berlokasi di Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi dan akan menjadi basis dari pengolahan sejumlah komoditas, termasuk kelapa sawit, karet, dan nikel.

HKI juga tengah menyiapkan nota kesepahaman dengan Menteri Koordinator Perekonomian dan Kamar Dagang dan Industri guna mempercepat pengembangan sejumlah kawasan, khususnya kawasan yang sudah mendapat status ekonomi khusus.

"Dalam MOU tersebut, kami ikut membantu mempersiapkan kawasan-kawasan mana yang akan masuk kawasan ekonomi khusus, memonitor perkembangannya, dan melakukan pembinaan," ujar Sanny, saat ditemui seusai peresmian sekretariat HKI, Kamis (27/4/2017).

Sementara itu, Fahmi Shahab, Direktur Eksekutif HKI, menambahkan pembangunan KI di luar Jawa memang belum dapat secepat di Jawa. Fahmi mencatat tiga faktor yang perlu diperhatikan dalam pembangunan KI.

Pertama, perlu melihat potensi daerah dan kesesuaiannya dalam peta jalan pembangunan industri manufaktur. Kedua, pencarian anchor tenant atau industri utama yang kemudian akan meluas ke industri pendukung. Ketiga, ketersediaan infrastruktur di lingkungan KI dan luar kawasan, termasuk jalan, pelabuhan, air, serta listrik.

“Selama ini yang menjadi pertanyaan apakah semua faktor tersebut sudah ada? Jika sudah ada, mulailah dengan berbagai faktor lain yang mendukung pembangunan KI," ujar Fahmi.

Sebelumnya, pemerintah mengklaim progres pembangunan KI di luar Pulau Jawa berjalan sesuai rencana pemerintah. Sejumlah kawasan ditargetkan mulai beroperasi pada tahun ini. Dirjen Pengembangan Perwilayahan Industri (PPI) Kementerian Perindustrian Imam Haryono menyampaikan pemerintah menggenjot pembangunan KI untuk dapat mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah sekaligus meningkatkan daya siang.

“Kami melihat beberapa KI cepat proses pembangunannya. Misalnya di Konawe [KI Konawe Sulawesi Tenggara], mereka akan mulai operasi tahap pertama pada Juli. Tempat lainnya akan menyusul,” jelas Imam, belum lama ini.

Berdasarkan catatan Kemenperin, pengeloka KI Konawe sedang membangun smelter, pembangkit listrik, dan dermaga untuk mempermudah pengapalan. Kawasan total 5.500 hektare itu menampung investasi senilai Rp28,7 triliun. Kawasan industri lain yang progresnya sudah cukup baik yaitu KI Bantaeng. Sejumlah pabrik di kawasan ini telah memasuki tahap finalisasi. Pembangunan dua pabrik pemurnian nikel misalnya sudah mencapai 90%. Kawasan industri berbasis nikel yang tahun ini juga diprediksi mulai beroperasi adalah KI Morowali. Pengerjaan dua pabrik di kawasan ini, yaitu PT Sulawesi Mining Investment dan PT Virtue Dragon Nickel Industry telah rampung.

Tag : kawasan industri
Editor : Ratna Ariyanti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top