Malaysia Siapkan Rp55 Triliun Bangun Infrastruktur Dasar di RI

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo mengklaim Malaysia berkomitmen berinvestasi di Indonesia sebesar Rp55 triliun.
Thomas Mola | 27 April 2017 10:03 WIB
Pekerja menyelesaikan pembangunan konstruksi jalan tol. - Ilustrasi/Bloomberg/Dimas Ardian

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo mengklaim Malaysia berkomitmen berinvestasi di Indonesia sebesar Rp55 triliun.

Eko yang juga sebagai Pejabat Penghubung Investasi untuk Malaysia menjelaskan investasi tersebut diarahkan ke sejumlah sektor infrastruktur seperti elektrifikasi, jalan tol, pelabuhan, dan properti.

"Komitmen tersebut disampaikan saat saya bertemu dengan para pengusaha dalam forum Indonesia Malaysia Business Networking beberapa waktu lalu. Kami memediasi business-to-business meeting. CEO beberapa perusahaan Malaysia bahkan juga turun langsung. Ini harus ditindaklanjuti secara positif,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (27/4/2017).

Eko menjelaskan sejumlah proyek yang telah dilakukan oleh perusahaan Malaysia antara lain YTL Corporation Berhad yang berkontribusi membangun PLTU Tanjung Jati B, Jepara, Jawa Tengah, dengan nilai US$3,2 miliar.

Selain itu, perusahaan Tenaga Nasional Berhad (TNB) Malaysia yang bergerak di bidang infrastruktur listrik juga tertarik meneruskan proyek PLTU Peranap di Riau yang sempat terhenti.

“Ini sangat strategis karena akan dapat mengaliri listrik untuk dua wilayah, sebagian Indonesia, khususnya Sumatra dan sebagian lagi Malaysia. Memang ada sedikit kendala kecil. Kami akan jembatani dan komunikasikan langsung dengan Bukit Asam dan PLN,” tambahnya.

Menteri Eko menuturkan Forum Indonesia Malaysia Business Networking merupakan inisiatif dan tindaklanjut dari perintah Presiden Joko Widodo yang menunjuk dirinya sebagai Pejabat Penghubung Investasi untuk Malaysia. Forum bisnis yang digelar pada 20--21 April 2017 di Kuala Lumpur, Malaysia, mempertemukan 14 perusahaan Indonesia dengan 12 perusahaan Malaysia.

“Indonesia membutuhkan Rp5.000 triliun investasi untuk lima tahun ke depan. Adapun pemerintah kemampuannya hanya Rp1.500 triliun. Kita harus mengajak para investor dalam dan luar negeri untuk berpartisipasi dalam pembangunan di Indonesia,” jelasnya.

Duta Besar Malaysia untuk Indonesia Dato Seri Zahrain Mohamed Hashim mengapresiasi inisiatif dan langkah proaktif dari Mendes PDTT Eko Sandjojo. Menurutnya, pertemuan bisnis tersebut akan memberi dampak positif bagi dunia bisnis dan investasi antar dua negara.

"Kami percaya hubungan Indonesia dan Malaysia akan semakin baik. Kepercayaan diri para pengusaha juga pasti meningkat. Terlebih kita tahu kalau Pak Eko memiliki latar belakang di bidang usaha. Saya juga sudah berjanji kepada beliau untuk berpartisipasi membangun daerah,” ujarnya.

Tag : investasi, malaysia, infrastruktur dasar
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top