Asperindo Protes BUMN Masuk Bisnis Jasa Pengiriman

Rencana beberapa BUMN yang ingin masuk ke bisnis jasa pengiriman dipertanyakan oleh Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspress Pos dan Logistik Indonesia (Asperindo).
Abdul Rahman | 27 April 2017 21:28 WIB
Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos dan Logistik Indonesia (Asperindo) Mohamad Feriadi (kanan), memberikan paparan didampingi Wakil Ketua Umum Budi Paryanto, saat berkunjung ke Wisma Bisnis Indonesia di Jakarta, Senin (20/3). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA - Rencana beberapa BUMN yang ingin masuk ke bisnis jasa pengiriman dipertanyakan oleh Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspress Pos dan Logistik Indonesia (Asperindo).

Ketua Umum Asperindo Mohamad Feriadi mengatakan, pihaknya menilai BUMN tak perlu masuk ke bisnis ini karena anggota Asperindo masih sanggup memenuhi permintaan di pasaran.

Lagipula, pemerintah sudah punya BUMN yang bergerak di sektor jasa pengiriman yaitu PT Pos Indonesia dan PT Bhanda Ghana Reksa.

"Kan sudah punya PT Pos Indonesia dan BGR. Jadi kenapa tidak dimanfaatkan saja, supaya BUMN [lain] tetap bisa konsentrasi pada core business-nya," katanya kepada Bisnis di Jakarta, Kamis (27/4/2017).

Menurutnya, jika BUMN turut terlibat maka bisnis utamanya bisa terganggu. Apalagi, bisnis logistik belakangan ini memang banyak dilirik. Salah satunya dipicu oleh booming e-commerce.

Di samping itu, usaha jasa pengiriman skala kecil juga akan terganggu karena pasarnya bakal tergerus oleh BUMN yang bermodal besar.

Sebagai informasi, BGR yang sebelumnya menjalankan bisnis utama di bidang warehousing kini juga merambah bidang jasa kurir lewat BGR Express.

Tag : jasa kurir
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top