Tawaran Saham Partisipasi Blok Migas Belum Diterima Merata

Masih terdapat daerah yang tak mau menerima tawaran saham partisipasi 10% blok minyak dan gas bumi kendati telah diatur dalam Peraturan Menteri No.37/2016.
Duwi Setiya Ariyanti | 29 April 2017 01:33 WIB
Blok migas - Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA--Masih terdapat daerah yang tak mau menerima tawaran saham partisipasi 10% blok minyak dan gas bumi kendati telah diatur dalam Peraturan Menteri No.37/2016.

Dikutip dari laman Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Jumat (28/4/2017), Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) IGN Wiratmaja Puja mengatakan pihaknya masih ada daerah yang tak mau menerima tawaran hak partisipasi atau participating interest (PI) dari kontraktor. Menurutnya, seharusnya daerah menerima saja sesuai kemampuan karena biaya di awal untuk kepemilikan PI yang ditawarkan.

"Ada daerah yang sudah dikasih tahu (memperoleh PI) tapi tidak respon. Mungkin tidak butuh. Padahal PI ini sangat menarik karena saham dikasih gratis," katanya.

Dia menyebut melalui PI 10% diharapkan peran serta daerah dan nasional dalam pengelolaan migas dapat ditingkatkan. Kepemilikan saham BUMD dalam PI 10% tidak dapat diperjualbelikan, dialihkan atau dijaminkan. Hasil yang diperoleh nantinya, dapat dipergunakan untuk membangun dan meningkatkan perekonomian masyarakat di daerah.

Dari data ESDM, tercatat beberapa status penawaran PI blok migas. Pertama, penawaran PI yang sudah selesai yaitu di wilayah kerja (WK) Cepu, Madura Offshore dan Rimau. Kedua, Pemerintah Daerah/Menteri ESDM telah menunjuk BUMD dan kontraktor telah melakukan penawaran kepada BUMD yaitu Blok Siak, Palmerah dan South Sumatera.

Ketiga, Pemerintah Daerah/Menteri ESDM telah menunjuk BUMD, tetapi kontraktor belum melakukan penawaran kepada BUMD yakni: Blok ONWJ, Mahakam, West Madura, Ketapang, Kangean, Rapak, Ganal, Muriah, Merangin II dan Simenggaris. Terakhir, Pemerintah Daerah/ Menteri ESDM belum menunjuk BUMD yaitu WK Lematang, Kampar, Blok A Aceh, Pandan, Belida, Tonga, Sebuku, Muara Bakau, Northwest Natuna, Bangkanai, West Air Komering, Masela, Bulu, Tarakan Offshore, Nunukan dan Bengara II.

Sebelumnya, Senior Vice President Upstream Business Development PT Pertamina (Persero) Denie Tampubolon mengatakan sejauh ini pembicaraan dengan sejumlah Pemerintah Daerah telah dilakukan terkait saham partisipasi blok migas. Namun, pihaknya membutuhkan waktu bila harus meneken transaksi secara komersial.

"Kontraktor itu bukan enggak mau melakukan penawaran," katanya.

Tag : blok migas
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top