Ruas Tol Gringsing Ditarget Beroperasi H-10 Lebaran

Pemerintah menargetkan jalur tol Gringsing, pada ruas tol Pemalang-Batang atau tol Pematang, Jawa Tengah pada H-10 Idul Fitri tahun ini agar bisa difungsikan oleh para pemudik.
Gloria Fransisca Katharina Lawi | 29 April 2017 03:05 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah menargetkan jalur tol Gringsing, pada ruas tol Pemalang-Batang atau tol Pematang, Jawa Tengah pada H-10 Idul Fitri tahun ini agar bisa difungsikan oleh para pemudik.

Kepala Seksi Umum dan KSDM PT Waskita Karya (Persero) Tbk Forin mengatakan pihaknya sedang melakukan pengecoran setebal 10 sentimeter di sepanjang Pasekaran-Gringsing, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Apabila proses berjalan lancar, maka ruas jalur alternatif sepanjang 36 kilometer bisa segera dilalui oleh kendaraan roda dua dan roda empat yang berukuran kecil.

"Sementara ini, jalur tersebut hanya dapat dilalui kendaraan kecil karena hanya terdiri dari dua lajur saja," tutur Forin melalui siaran pers yang diterima Bisnis, Jumat (28/4).

Dia pun meminta pemerintah pusat melakukan lobi kepada PT Perusahaan Milik Negara (Persero) dan Perusahaan Daerah Air Minum agar ikut berkontribusi dalam pembangunan tol Grinsing. Pasalnya, Waskita Karya mengalami kendala di pintu keluar tol Gringsing karena tidak ada penerang jalan dan air untuk kebutuhan toilet di rest area.

Forin menegaskan bahwa lampu penerang jalan dan suplai air merupakan hal yang krusial untuk segera dipasang di jalur Gringsing. Hal ini mengingat sepanjang jalur tersebut jarang ada pemukiman penduduk dan hanya ada sawah atau hutan saja.

"Kalau dari arah Jakarta-Semarang, pemudik dapat masuk lewat Pasekaran sebelum alun-alun Batang dan keluar Gringsing di Kabupaten Batang atau sebaliknya untuk pemudik dari arah Jawa Timur," jelas Forin.

Di sepanjang jalur Pasekaran-Gringsing, kata Forin, PT Waskita Karya akan membangun rest area atau toilet umum sementara, garis batas dan lampu penerang pada titik-titik tertentu.

"Kita juga akan berkoordinasi dengan Polda Jateng untuk membantu mengatur traffic di jalur tersebut mengingat proses pembangunan main road-nya, yakni jalur Tol Batang-Semarang, masih dalam tahap pengerjaan," pungkas Forin.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah Satriyo Hidayat mengungkapkan ada beberapa permasalahan utama dalam persiapan jalur mudik tahun ini. Misalnya, pasar tumpah di jalur non tol wilayah pantura di Jawa Tengah.

“Lalu jalur alternatif yang masih sempit dan kurang fasilitas penerang jalan serta kurangnya SPBU di sepanjang jalur alternatif ," tutur Satriyo.

Saat ini ada dua jalur alternatif di sepanjang Pantura yang disiapkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Jalur pertama melalui Bantarsari-Ketanggungan-Slawi-Randudongkal-Bantarbolang-Kebonagung-Wonotunggal-Bawang-Sukorejo-Boja-Ungaran-Semarang. Sementara jalur kedua melalui Semarang-Gubug-Godong-Purwodadi-Kunduran-Blora-Cepu-Padangan.

Satriyo optimistis dengan kehadiran jalur tol baru bisa membantu memperlancar arus mudik tahun ini. Pemudik dari arah Jakarta dapat mengambil jalur kanan sebelum alun-alun Kabupaten Batang untuk masuk ke tol arah Gringsing.

"Tahun ini kita sudah dapat mempergunakan jalur tol Grinsing yang setelah Pemalang menuju ke kabupaten Batang," tuturnya.

Tag : pemalang-batang
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top