BUKU CERITA ANAK: Indonesia Jadi Country of Focus AFCC 2017

Indonesia akan menjadi fokus (country of focus) di Asian Festival of Childrens Content (AFCC) yang diselenggarakan di National Library Building Singapura pada 17-21 Mei 2017
Amanda Kusumawardhani | 02 Mei 2017 23:40 WIB
Anak-anak membaca buku di sebuah perpustakaan. - .Bisnis/Wahyu Darmawan

Bisnis.com, JAKARTA— Indonesia akan menjadi fokus (country of focus) di Asian Festival of Children’s Content (AFCC) yang diselenggarakan di National Library Building Singapura pada 17-21 Mei 2017.

AFCC merupakan kegiatan terkemuka di kawasan Asia untuk mempromosikan buku serta konten anak-anak. Acara ini menggabungkan kegiatan konferensi, pameran buku dan aktivitas menarik lainnya yang ditujukan untuk kalangan profesional dan masyarakat umum.

Adapun, kegiatan yang akan diselenggarakan selama AFCC antara lain konferensi penulis dan ilustrator, kongres untuk para guru, pertemuan penyedia lintas platform, transaksi hak cipta (copy rights), dan penjualan buku.

Kehadiran Indonesia sebagai country of focus AFCC 2017 dimotori oleh Murti Bunanta bersama Kelompok Pencinta Bacaan Anak (KPBA) dan berkolaborasi dengan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI), Seameo Qitep in Language dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura serta lembaga-lembaga lainnya.

Konten yang akan ditampilkan di AFCC meliputi penulis, peneliti, pelaku perbukuan, buku anak, konten edukasi interaktif dan animasi. Sejumlah acara juga sudah disiapkan untuk mempromosikan kekayaan konten Indonesia kepada masyarakat luas.

“Bekraf mendukung sepenuhnya kehadiran Indonesia sebagai country of focus di AFCC 2017 ini sebagai salah satu upaya Bekraf untuk mengantarkan dan mempromosikan karya-karya terbaik bangsa Indonesia ke kancah dunia,” kata Triawan Munaf, Kepala Badan Ekonomi Kreatif, mengutip keterangan resminya, Selasa (2/5/2017).

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa stan Indonesia juga akan tampil menarik di AFCC dengan mengangkat tema Main: Play & Imagine. Pesan yang ingin disampaikan adalah Main, dalam bahasa Inggris bermakna utama dan dalam bahasa Indonesia, “main” merupakan sesuatu yang menyenangkan dan dekat dengan dunia anak.

Sebaliknya, imajinasi adalah ruang tanpa batas bagi anak-anak untuk belajar dari aktivitas bermain dan berinteraksi dengan lingkungan. Konsep desain ini juga berasal dari anak-anak muda Indonesia yang kreatif.

Rosidayati Rozalina, Ketua Umum Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) mencatat jumlah buku yang saat ini diterbitkan di Indonesia mencapai 40.000 judul per tahun. Yang menarik, sebagian besar buku yang diterbitkan di Indonesia adalah buku anak-anak.

Dalam beberapa tahun terakhir ini, penerbit Indonesia juga aktif menjalin kerja sama dengan berbagai penerbit di mancanegara. Pada ajang AFCC, Indonesia akan menampilkan sebanyak 200 judul buku anak karya penulis dan penerbit Indonesia.

Kehadiran Indonesia sebagai country of focus di AFCC 2017 ini diharapkan dapat meningkatkan pemasaran buku-buku anak Indonesia ke pasar internasional. Selain buku, konten anak yang akan ditampilkan di stan Indonesia di AFCC adalah konten edukasi interaktif dari PesonaEdu serta animasi dari Kumata Studio dan Dawn Studio.

Di stan Indonesia, juga sudah disiapkan area yang bisa digunakan oleh para penerbit dan penyedia konten anak untuk melakukan pertemuan bisnis. Untuk mempromosikan dan mengembangkan kerjasama dengan berbagai pihak, IKAPI menyiapkan koordinator pemasaran dan bagi penerbit yang tidak bisa hadir di AFCC, IKAPI memfasilitasi pemasaran hak cipta para penerbit melalui Borobudur Literary Agency. 

Tag : belajar, penulis buku anak
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top