Susi: Tidak Makan Ikan, Saya Tenggelamkan

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengajak masyarakat menggemari ikan. Dia menyayangkan masih ada anak di Indonesia kuntet (stunting), padahal negeri ini memiliki laut seluas 5,8 juta km2 dengan panjang pantai 97.000 km atau nomor dua terpanjang di dunia.
Sri Mas Sari | 14 Mei 2017 20:06 WIB
/Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA -- Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengajak masyarakat gemar makan ikan.

Dia menyayangkan masih ada anak di Indonesia kuntet (stunting), padahal Indonesia memiliki laut seluas 5,8 juta km2 dengan panjang pantai 97.000 km atau nomor dua terpanjang di dunia.

Ajakan itu disampaikan Susi melalui video yang ditayangkan dalam Festival Kuliner Ikan Nusantara di Museum Fatahillah, Jakarta, Sabtu-Minggu (13-14/5/2017).

Imbauan itu sejalan dengan implementasi Instruksi Presiden No 7/2016 yang memerintahkan percepatan pembangunan industri perikanan, meliputi pembangunan dan penambahan jumlah unit pengolahan ikan, baik ikan beku, ikan kaleng, ikan asap, maupun ikan segar.

Dia mendorong ibu rumah tangga, perkantoran, kantin-kantin, untuk lebih sering menyediakan dan memasarkan menu-menu dari ikan karena sehat, mengandung omega tinggi, dan mengandung kolestrol baik.

"Dan kami harapkan manusia Indonesia tumbuh sehat, karena banyak makan ikan. Yang tidak makan ikan, saya tenggelamkan,” ujar Susi yang mengundang gelak tawa masyarakat menghadiri festival itu.

Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek yang juga hadir dalam acara itu meminta masyarakat, terlebih ibu-ibu hamil, lebih memilih ikan ketimbang daging, mengingat stok ikan melimpah setelah Menteri Susi menenggelamkan kapal-kapal pencuri ikan

“Kami tidak ingin ibu melahirkan anak kecil-kecil, jadi repot mengurusnya. Kalau hamil, harus makan sehat dan berprotein. Salah satunya yang berasal dari laut,” kata Nila.

Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki pun mengimbau ibu rumah tangga untuk lebih sering menyajikan menu makanan berbahan ikan di rumah.

"Ibu-ibu juga bisa mengkreasikan menu-menunya agar tidak monoton dan disenangi keluarga,” ungkap Teten.

Dalam acara itu, didirikan puluhan standmakanan berbahan dasar ikan dan produk kelautan perikanan lainnya. Masing-masing stan menyajikan olahan kreatif dan unik, untuk menarik minat masyarakat terhadap makanan berbahan ikan. Stan Balai Besar Pengujian Penerapan Hasil Perikanan hadir dengan mobil alih teknologi untuk menyebarluaskan teknologi pengolahan ikan.

Kepala Balai Besar Pengujian Penerapan Hasil Perikanan Hayati Samik Ibrahim mengatakan pihaknya mengadakan demo memasak kopyor dan mengajarkan cara membuat nugget dan bakso ikan.

Tag : konsumsi ikan
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top