Groundbreaking Jembatan Ngadiluwih, Menteri PUPR Bilang Cuma Tukang

Jembatan Ngadiluwih diyakini akan memberikan manfaat untuk peningkatan transportasi jaringan jalan dari Kota Kediri, Kecamatan Ngadiluwih dan perbatasan Kediri/Tulungagung menuju rencana jalan strategis nasional Selingkar Wilis.
Gloria Natalia Dolorosa | 15 Mei 2017 18:38 WIB
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basoeki Hadimuljono (kiri) bersama dengan Sekretaris Kabinet Pramono Anung saat peletakan batu pertama proyek jembatan di Kabupaten Kediri, Jawa Timur - Bisnis/Setkab

Bisnis.com, JAKARTA — Sekretaris Kabinet Pramono Anung didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Jembatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Peletakan batu pertama di jembatan yang melintasi Sungai Berantas itu digelar pada Senin (15/5/2017). Jembatan Ngadiluwih dibangun dengan anggaran Rp32,77 miliar. Dana pembangunan berasal dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

Jembatan Ngadiluwih diyakini akan memberikan manfaat untuk peningkatan transportasi jaringan jalan dari Kota Kediri, Kecamatan Ngadiluwih dan perbatasan Kediri/Tulungagung menuju rencana jalan strategis nasional Selingkar Wilis.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan Jembatan Ngadiluwih  dibangun atas inisiatif Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

“Saya ini hanya tukangnya saja bersama teman-teman, tapi ini jujur ini adalah usul dan perintah dari Pak Seskab,” kata Basuki, dikutip dari laman resmi Sekretariat Kabinet, Senin (15/5/2017).

Menurutnya, pembangunan jembatan ini akan mendukung pengembangan wilayah Tunggal Rogo Mandiri.

“Jadi di sekitar Wilis ini, saya yakin tadi diberikan pengertian oleh Pak Seskab, bahwa pengembangan wilayah di bagian timur dan barat Brantas terjadi ketimpangan di lokalnya saja. Dengan adanya jembatan ini diharapkan bisa meningkatkan kegiatan ekonomi di dua daerah,” tutur Basuki.

Jembatan Ngadiluwih ditargetkan rampung pada 31 Desember 2017.

Tag : infrastruktur, pramono anung
Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top