Negosiasi Sawit dengan Eropa, Italia Dukung Indonesia

Pemerintah Italia memberi sinyal untuk mendukung Indonesia perihal negosiasi kebijakan crude palm oil (CPO) dengan parlemen Eropa.
Irene Agustine | 15 Mei 2017 15:38 WIB
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah Italia memberi sinyal untuk mendukung Indonesia perihal negosiasi kebijakan crude palm oil (CPO) dengan parlemen Eropa.

Hal tersebut dikatakan Menteri Pembangunan Ekonomi Italia Carlo Calenda saat melakukan kunjungan kehormatan ke Kantor Wakil Presiden Jusuf Kalla, Senin (15/5/2017).

"Kami siap untuk mendukung Indonesia, tentu dengan mempertimbangkan posisi di Uni Eropa," katanya, di Kantor Wakil Presiden, Senin (15/5/2017).

Sebagaimana diketahui, Parlemen Eropa meloloskan resolusi yang terangkum dalam Report on Palm Oil and Deforestation of Rainforests pada awal April silam.

Resolusi tersebut merekomendasikan penghentian impor kelapa sawit secara bertahap karena dituduh memicu deforestasi dan ekses negatif lainnya di sektor lingkungan, sosial, dan hak asasi manusia.

Calenda memahami bahwa isu perdagangan CPO ini termasuk hal yang sensitif bagi Indonesia yang mengandalkan ekspornya dari komoditas tersebut.

"Juga untuk para tenaga kerja. Jadi kita harus mempertimbangkan hal tersebut dan menurut kami soal ini harus diselesaikan dalam konteks free trade agreement [FTA],"katanya.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan bahwa pemerintah Italia siap mengkomunikasikan posisi Indonesia ke parlemen Eropa dengan salah satu pertimbangannya guna memuluskan perundingan Comperhensive Economic Partnership Agreement (CEPA) antara Indonesia dan Uni Eropa.

"Mereka akan bantu untuk sampaikan ini [ke Uni Eropa], karena ini akan menggangu perundingan CEPA Indonesia-Eropa yang sedang dalam proses," katanya.

Dalam pertemuan itu, Wapres JK mengharapkan agar persaingan dagang janganlah terus dieksploitasi. Wapres meyakinkan pemerintah Italia bahwa komitmen Indonesia sangat kuat untuk kelestarian lingkungan.

"Pak Wapres menjelaskan bahwa kita sangat kuat komitmennya untuk lingkungan, ada ISPO (Indonesia Sustainable Palm Oil) . Dan Menteri Italia take a note akan hal itu," katanya.

Kendati diganggu dengan isu dagang, Enggar mengklaim jumlah ekspor CPO ke Uni Eropa malah cenderung meningkat month to month sekitar 15%—20%.

"Ekspor kita ke Eropa dan Amerika itu meningkat karena mereka butuh. Yang turun India dan China karena mereka ada cadangan untuk minyak jenis lain, tapi saya yakini tidak lama,"jelasnya.

Sebelumnya, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) mencatat ekspor minyak sawit Indonesia ke Eropa mencatatkan kenaikan 27% atau dari 352.020 ton di Februari 2017 meningkat menjadi 446.920 ribu ton pada Maret 2017.

Tag : minyak sawit
Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top