Operator Kapal Diminta Gelar Latihan Emergency Sebulan Sekali

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan meminta para operator kapal untuk meningkatkan intensitas latihan emergency, mininal sebulan sekali guna meningkatkan kecakapan petugas saat darurat.
Puput Ady Sukarno | 16 Mei 2017 05:38 WIB
Ilustrasi-Kapal tenggelam - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan meminta para operator kapal untuk meningkatkan intensitas latihan emergency, mininal sebulan sekali guna meningkatkan kecakapan petugas saat darurat.

Pasalnya, pada uji petik kelaiklautan kapal di Pelabuhan Merak, Senin (15/5), sejumlah kendala masih terlihat pada kurang cakapnya petugas saat mengoperasikan beberapa perlengkapan darurat yang ada di kapal. Meskipun, secara umum perlengkapan yang ada dapat berfungsi dengan baik.

"Semestinya latihan emergency dilakukan operator satu bulan sekali guna meningkatkan kesiapsiagaan petugas. Apalagi kapal penumpang itu sering berlaya, jadi harus melakukan latihan secara rutin," tegas Dirjen Perhubungan Laut A. Tonny Budiono, di Pelabuhan Merak, Senin (15/5).

Tim Uji Petik Kantor Pusat yang dipimpin Dirjen A. Tonny Budiono dan Direktur Perkapalan dan Kepelautan, Capt. Rudiana melakukan pemeriksaan dua kapal penumpang di Pelabuhan Merak Banten, Senin (15/5), yakni kapal HM Baruna I dan kapal KMP Sebuku.

Pada kesempatan itu, dua kapal dilakukan inspeksi secara sederhana dengan mengecek alat-alat keselamatan di dalam kapal. Namun, Tim Uji Petik mencatat ada beberapa kekurangan yang mesti segera dibenahi oleh operator seperti kesiapsiagaan awak kapal dalam keadaan darurat.

“Alat-alatnya berfungsi semua dengan baik. Cuma kalo di cek lagi, petugasnya perlu adanya latihan lebih lanjut” kata Tonny.

Secara umum Dirjen Hubla menyatakan bahwa semua kapal yang beroperasi di Pelabuhan Merak Banten terbilang cukup baik dan siap menghadapi angkutan laut lebaran 2017.

Dari data yang ada pada Kantor KSOP Banten, saat ini terdapat 61 kapal yang terdaftar untuk melayani angkutan lebaran 2017. Dari sejumlah kapal tersebut sebanyak 47 unit kapal siap beroperasi, 11 unit kapal sedang docking dan 3 unit kapal sedang dalam perbaikan.

Direktur Perkapalan dan Kepelautan, Capt. Rudiana sebelumnya pada 10 - 12 Mei 2017 juga telah melakukan uji petik bagi kapal penumpang di Pelabuhan Lembar, Nusa Tenggara Barat.

Pada uji petik kapal di Pelabuhan Lembar tersebut, sebanyak 20 unit kapal dari 33 unit kapal penumpang yang beroperasi di Pelabuhan Lembar telah diperiksa, sedangkan 8 unit kapal sedang docking, 2 unit kapal perawatan dan 3 unit kapal sedang dalam perjalanan.

"Dari hasil pemeriksaan kapal di Pelabuhan Lembar secara umum semua kapal yang beroperasi di Lembar juga sudah laik laut dan siap melayani angkutan laut lebaran tahun ini," ujarnya.

Sementara, Pemerintah juga telah menyiapkan 1.278 unit kapal penumpang milik PT. Pelni dan swasta, mengalami penambahan 5 unit kapal dari tahun lalu sebanyak 1.273 kapal.

"Kami siapkan 1.278 kapal tahun ini dan untuk memastikan kelaiklautan kapal untuk angkutan laut lebaran itu, Ditjen Hubla menyelenggarakan uji petik kelaiklautan kapal penumpang," terangnya.

Tag : uji petik kendaraan
Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top