ALFI: Logistik Indonesia Tertinggi di Asean Berkat E-Commerce

ALFI menyatakan Indonesua memiliki pasar logistik terbesar di Asia Tenggara berkat e-commerce dan hal itu harus dioptimalisasi.
Gloria Fransisca Katharina Lawi | 16 Mei 2017 14:32 WIB
Ilustrasi kegiatan logistik - Reuters/Jason Lee

Bisnis.com, JAKARTA - Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) menyatakan Indonesua memiliki pasar logistik terbesar di Asia Tenggara berkat e-commerce dan hal itu harus dioptimalisasi.

Yukki Nugrahawan Hanafi, Ketua Umum DPP ALFI, mengatakan dengan memasuki era pasar global dan hambatan perdagangan menurun akan membuat tingkat persaingan meningkat.

Menurutnya, market size logistik nasional cenderung mengalami volatilitas atau peningkatan moodpasar yang diukur dari laju pertumbuhan majemuk tahunan (compound annual growth rate/CAGR).

“Pertumbuhan CAGR pada interval 2013 hingga 2017 sebesar 11,7%. Sementara volatilitas freight forwarding mencapai 11,8%. Kemudian, express & small parcel mencapai 21,7%. Hal ini menjadikan volatilitas Indonesia tertinggi se-Asean,” papar Yukki melalui siaran pers yang diterima Bisnis pada Selasa (16/5/2017).

Hal ini merupakan pengaruh dari tingginya permintaan pasar di Indonesia seiring menjamurnya bisnis e-commerce. Yukki menilai saat ini konsumen dalam negeri sudah lebih cermat dalam berburu produk- produk impor dan nasional yang berkualitas baik dengan harga relatif rendah.

“Meski sempat dilanda krisis ekonomi global dan melemahnya ekspor, sektor logistik Indonesia mampu bertahan, bahkan permintaan dari konsumen terus meningkat dan aktivitas industri tetap berjalan di seluruh wilayah Indonesia,” ucapnya.

Yukki membandingkan dengan pertumbuhan sektor logistik negara lain di ASEAN menurutnya Indonesia tergolong beruntung.

Pasalnya, volatilitas di beberapa negara tetangga mulai terlihat menurun. Misalnya, Singapura CAGR contract logistics-nya hanya 7,3%. Filipina 11,3%, dan Thailand 9,7% pada interval 2013 sampai 2017. Kondisi ini secara tidak langsung, menggambarkan paradigma pasar jasa logistik mulai beralih ke Indonesia.

“Ini jelas menggambarkan bahwa paradigma pasar jasa logistik mulai beralih ke Indonesia yang notebene memiliki jumlah penduduk terbesar di Asean, serta terjadi peningkatan dalam bidang penggunaan teknologi dan pendapatan masyarakat,” ungkap Yukki.

Yukki, yang juga tengah menjabat sebagai Chairman Asean Freight Forwarders Association (AFFA), menyatakan bahwa para pengusaha logistik akan bersinergi dengan pemerintah dan mendorong kebijakan untuk memperbaiki sektor logistik baik daerah maupun nasional. Salah satunya adalah meningkatkan layanan infrastruktur logistik, transportasi, sistem informasi dan teknologi, serta penanganan material peralatan dan jasa.

Khusus dalam penggunaan sistem informasi dan teknologi, Yukki mengatakan anggota ALFI sudah menerapkan sistem berbasis teknologi yang disebut e-logistic untuk meningkatkan kinerja.

“Kita ingin terus menggali dan mengelola potensi logistik di Indonesia secara lebih baik sehingga dapat meningkatkan daya saing logistik secara nasional maupun global. Untuk mewujudkannya, kita perlu kerja sama yang solid antara pemerintah dan pihak swasta,” ucap Yukki.

Tag : logistik
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top