Operator Bandara Kertajati: BIJB-AP II Masih Negosiasi Harga

Proses negosiasi penetapan PT Angkasa Pura II sebagai operator awal Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka masih belum final.
Wisnu Wage Pamungkas | 16 Mei 2017 15:03 WIB
Rencana induk Kertajati Aerocity - Ilustrasi/skycrapercity.com

Bisnis.com, BANDUNG — Proses negosiasi penetapan PT Angkasa Pura II sebagai operator awal Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka masih belum final.

Direktur Utama PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (BIJB) Virda Dimas Ekaputra mengatakan saat ini pihaknya masih terus membahas intensif draft perjanjian kerjasama (PKS) dengan pihak AP II. “Butir-butir [perjanjian] umum sudah selesai, tinggal butir-butir khusus tentang finansial yang belum final,” katanya pada bisnis di Bandung, Selasa (16/5/2017).

Menurutnya draft finansial menjadi pembahasan paling penting mengingat akan muncul hitungan berapa kewajiban bayar pihaknya pada AP II dalam kerjasama operasi bandara yang akan dioperasikan pertengahan 2018 tersebut. “Nanti rencananya yang operasikan AP II dulu, kami back up. Kita gunakan juga [izin] Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) milik AP II,” tuturnya.

Sementara untuk kesepakatan yang bersifat umum dan sudah disepakati, kata Virda, terkait dengan lingkup kerja kedua belah pihak. AP II dalam pengelolaan nanti akan mengendalikan operasi dan perawatan sementara PT BIJB akan bergerak dalam bidang komersial. “ Ini sesuai dengan kapasitas masing-masing,” ujarnya.

Data BIJB Kertajati

DataPenjelasan
Lahan1.800 Ha
Area; Komersial862.200 M2
Terminal209.500 M2
Kargo3.400 M2
Kapasitas Terminal18 Juta Penumpang

Sumber PT BIJB,2017

Pihaknya sendiri tidak terlalu gentar dengan urusan biaya yang akan dikeluarkan nanti saat PKS sudah terwujud. Korporasi saat ini sudah mendapat lampu hijau dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) guna melepas reksa dana penyertaan terbatas (RDPT). “Yang akan kami rilis hasil appraisal itu Rp930 miliar, senilai 31% saham,” katanya.

Saat ini BIJB tengah menuntaskan urusan administrasi sebelum melepas RDPT “Infrastruktur Dirgantara” tersebut. Dari sisi calon pembeli, Virda memastikan semuanya tengah dalam posisi menunggu baik itu BPJS Ketenagakerjaan, asuransi dalam negeri dan asing. “Sebentar lagi kami rilis, mudah-mudahan semuanya laku,” pungkasnya.

Dihubungi terpisah, Sekretaris Daerah Jawa Barat Iwa Karniwa memastikan Pemprov Jabar sudah meminta pada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk segera mengambil alih pengelolaan jalan Kadipaten-Jatibarang. “Panjangnya sekitar 41 kilometer, kami mohonkan untuk menjadi jalan nasional,” tuturnya.

Permohonan ini diajukan dengan pertimbangan jika menjadi jalan nasional, maka lebar dan kapasitas jalan akan bertambah sesuai kriteria akses menuju bandara bertaraf internasional. Pada 2017 ini, pihaknya juga meminta kementerian membantu pembangunan jalan akses non tol sepanjang 1,8 kilometer. “Serta jalan lingkar bandara pada 2018 mendatang, sudah kami sampaikan,” katanya.

Iwa juga memastikan permintaan pada Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) agar segera menerbitkan izin akses jalan tol turut diajukan. Meski tol bandara masih mendapat penolakan dari Majalengka, permohonan ini tetap diproses agar pada saat diperlukan tidak perlu menempuh tahapan kembali. “Kami sudah memohon izin dari BPJT agar permohonan bisa diterbitkan,” paparnya.

Kepala Dinas Perhubungan Jabar Dedi Taufik menambahkan pihaknya tengah membidik kerjasama distem dan alat transportasi dengan provinsi Guangxi Zhuang, China. Dia mengaku Gubernur Jabar Ahmad Heryawan sudah tertarik menerapkan pemberlakuan motor listrik di perkotaan di sana.“Kami akan menawarkan sistem transportasi dan alat transportasi di Bandara BIJB nanti ke provinsi Guangxi Zhuang,”tuturnya.

Menurutnya Guangxi memiliki sistem transportasi yang sangat berkembang mulai dari industri otomotif yang sudah menghasilkan 2 juta unit pertahun, pelabuhan terbesar di Tiongkok dan sudah beberapa kali mendorong peningkatan kapasitas pelabuhan di negara lain yang bekerja sama dengan mereka, serta kereta api cepat dengan jalur sepanjang 1750 km.“Kami bisa menggunakan kendaraan merk Wu Ling itu di bandara untuk sarana transportasi di sana [BIJB],”katanya.

Tag : bandara kertajati
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top