Kementan Minta Pola Kemitraan Integrator dan Plasma Dikaji Ulang

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian I Ketut Diamirta meyampaikan pola kemitraan antara integrator dan peternak plasma perlu dikaji ulang.
Azizah Nur Alfi | 16 Mei 2017 12:48 WIB
Peternakan unggas - disnak.jabarprov.go.id

Bisnis.com, JAKARTA - Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian I Ketut Diamirta meyampaikan pola kemitraan antara integrator dan peternak plasma perlu dikaji ulang.

Diamirta menyampaikan pola kemitraan sesungguhnya sangat baik untuk pengembangan industri unggas. Namun, dalam praktiknya kemitraan justru semakin berkurang tiap tahun. Jika demikian, artinya ada sesuatu yang salah dalam kemitraan tersebut.

"Dari 20 yang gabung, turun jadi 10, 8, dan lama-lama habis. Oleh karena itu pola kemitraan yang dibangun perlu dikaji ulang," tuturnya saat memberi sambutan dalam launching teaching farm dari PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk keempat PTN, Senin (15/5/2017).

Dia mendorong akademisi yang bergulat di bidang peternakan unggas dapat menyusun desain pola kemitraan yang menguntungkan kedua belah pihak. Perlu desain kemitraan agar peternak mitra memperoleh harga yang wajar dan kehidupan yang wajar. Dengan demikian, usaha peternakan unggas rakyat dapat bertahan.

"Ini yang saya inginkan dari para integrator," imbuhnya.

Ketua Umum Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar) Singgih Januratmoko sepakat bahwa pemerintah harus memberikan kepastian pasokan sarana produksi ternak dengan harga yang wajar. Serta, kepastian harga yang wajar saat panen tiba.

"Perlu juga bantuan modal dengan kredit murah," imbuhnya.

Tag : kementan
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top