Pemerintah Siapkan Rancangan Pusat Logistik Berikat Ultimate

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan tengah menggodok rancangan Pusat Logistik Berikat yang terintegrasi atau PLB Ultimate.
Gloria Fransisca Katharina Lawi | 18 Mei 2017 19:42 WIB
Petugas keamanan berjaga di salah satu Pusat Logistik Berikat (PLB) di Indonesia di Kawasan Industri Krida Bahari, Cakung, Jakarta Utara, Kamis (10/3/2016). - Antara/Widodo S. Jusuf

Bisnis.com, JAKARTA – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan tengah menggodok rancangan Pusat Logistik Berikat yang terintegrasi atau PLB Ultimate.

Kepala Seksi Fasilitas dan Kepabeanan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, Dorothea Sigit mengatakan PLB adalah salah satu inisiatif pemerintah untuk membuat gudang multifungsi sebagai hub, spoke, dan katup logistik. PLB yang telah aktif selama satu tahun ternyata sukses menstimulus industri.

“Oleh sebab itu kami sedang menyusun rencana konsep lebih besar dari PLB, yakni PLB Ultimate,” ujar Dorothe Sigit dalam acara sosialisasi PLB di GKM Green Tower, Kamis (18/5/2017).

Menurut Dorothea Sigit, PLB terbukti membawa dampak positif bagi industri pergudangan di Indonesia. Menurut data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS), sektor transportasi dan pergudangan naik 0.27% poin dari tahun lalu. Sektor ini berdiri di posisi kedua setelah jasa kemasyarakatan yang naik 0,42% poin.

Hal tersebut juga diungkapkan oleh Etty Puspitasari, Ketua Umum Perhimpunan Pusat Logistik Berikat Indonesia (PPLBI) bahwasanya PLB Ultimate memang sedang disusun oleh pemerintah.

“Kami belum bisa mengatakan banyak hal karena itu masih direncanakan, disusun oleh pemerintah dan juga ikut melibatkan suara pelaku usaha jasa logistik dan PPLBI,” terang Etty kepada Bisnis.

Dia mengatakan ada banyak potensi rancangan PLB Ultimate, misalnya pertama dengan memperluas titik-titik PLB ke seluruh Indonesia. Saat ini ada 34 PLB yang tersebar di 49 daerah di seluruh Indonesia. Kedua, bisa juga juga dengan cara menambah komoditas PLB dan mengintegrasikan PLB di setiap daerah. Tujuannya ialan memudahkan arus barang.

“Memang saat ini PLB belum membuka finish goods, kita kan perlu hati-hati juga dalam memberi PLB untuk end product, apakah ini akan merusak industri yang sedang tumbuh. Kita kan harus menstimulus industri, jadi tidak semua end product bisa diperdagangkan,” ungkapnya.

Sebagai informasi, Ditjen Bea dan Cukai juga mengumumkan bahwa Indonesia Investment Promotion Center (IIPC) kantor perwakilan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) di Tokyo, Jepang, telah sukses memfasilitasi investor Jepang untuk membuka PLB.

PT Nittsu Lemo Indonesia Logistik, anak usaha Nippon Express telah mendapatkan izin Pusat Logistik Berikat melalui kerjasama dengan Ditjen Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, IIPC Tokyo, dan Atase Keuangan KBRI Tokyo.

Pejabat Promosi Investasi IIPC Tokyo, Saribuan Siahaan membenarkan hal tersebut. Dia pun berharap dengan banyaknya perusahaan Jepang di bidang logistik yang masuk ke Indonesia bisa mendorong efisiensi. Selain itu juga bisa meningkatkan kemampuan logistik untuk melayani investor asing maupun perusahaan nasional.

Tag : pusat logistik berikat
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top