Malindo Air Segera Bertransformasi Jadi Batik Malaysia

Selain melakukan penerbangan komersial perdana di dunia dengan Boeing 737 Max 8, Senin (22/5/2017), Malindo Air juga menyatakan bahwa pada kuartal kedua tahun ini maskapai penerbangan asal Malaysia tersebut akan bertranformasi menjadi Batik Malaysia.
Puput Ady Sukarno | 23 Mei 2017 11:58 WIB
batik air

Bisnis.com, KUALA LUMPUR - Selain melakukan penerbangan komersial perdana di dunia dengan Boeing 737 Max 8, Senin (22/5/2017), Malindo Air juga menyatakan bahwa pada kuartal kedua tahun ini maskapai penerbangan asal Malaysia tersebut akan bertransformasi menjadi Batik Malaysia.

Maskapai penerbangan anak usaha dari Lion Group tersebut sengaja melakukan melakukan rebranding menjadi Batik Malaysia untuk mempermudah terwujudnya kolaborasi dengan Batik Indonesia dalam menggarap pasar di sedikitnya 16 negara potensial.

CEO Malindo Air Chandran Rama Muthy mengatakan pihaknya sedang dalam proses re-branding menjadi Batik Malaysia dan diharapkan pada kwartal kedua tahun ini sudah terlaksana semua. "Oleh sebab itu, pada penerbangan perdana Boeing 737 MAX 8 pertama di dunia kali ini, kami menggunakan Batik Malaysia livery," ujarnya, Senin (22/5/2017).

Pantauan Bisnis dilapangan, tampilan pesawat generasi terbaru buatan pabrikan negeri Paman Sam yang dipakai untuk penerbangan perdana e tersebut sudah tidak menggunakan corak Malindo Air seperti selama ini namun sudah berganti Batik Malaysia.

"Karena sebenarnya kita akan ke -16 negara. Seperti yang anda lihat, kami punya Batik Air Indonesia kita bisa berkolaborasi lebih baik.Kita bisa mendatangkan lebih banyak turis sehingga mudah kita jual di pasaran," terangnya.

Pihaknya berharap dengan semakin bertambah dan tangguhnya pesawat yang dioperasionalkan ini, dapat meningkatkan jumlah kapasitas penumpang yang diangkut menjadi sekitar 8 juta penumpang dari saat ini 5,8 juta penumpang.

Rusdi Kirana, Co-Founder Lion Group menambahkan bahwa proses re-branding dimaksudkan untuk mempermudah terwujudnya konektifitas penerbangan yang dilayani oleh sejumlah maskapai penerbangan dibawah bendera Lion Group.

"Re-branding supaya integrated dengan Batik Air semakin mudah," ujar Rusdi yang kini juga menjabat sebagai Duta Besar RI untuk Malaysia tersebut, ketika ditemui disela Launching Boeing 737 Max8, di Kuala Lumpur, Senin (22/5/2017).

Pasalnya, saat ini baik Batik Indonesia maupun Malindo Air memiliki sejumlah rute yang bisa dikolaborasikan, sehingga diperlukan integrasi nama yang sama agar lebih mudah. Pihaknya berharap upaya memperkuat penetrasi pasar tersebut dapat segera terealisasi dan diterima dengan baik oleh masyarakat.

Apalagi, tahun ini Lion Group akan mendatangkan delapan unit Boeing Max 8, di mana empat unit diantaranya untuk Malindo Air dan empat unit lainnya untuk Lion Air. "Sedangkan untuk tahun depan, Lion Group akan kedatangan lagi yang Boeing 737 Max 9 sebanyak 17 unit," ujarnya.

Tag : malindo air
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top