Peternak Unggas Menanti Solusi Pemerintah

Peternak layer menanti langkah Kementerian Pertanian memastikan pasokan jagung sebagai bahan baku pakan ternak unggas yang kini sulit didapat.
Azizah Nur Alfi | 23 Mei 2017 18:15 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Peternak layer menanti langkah Kementerian Pertanian memastikan pasokan jagung sebagai bahan baku pakan ternak unggas yang kini sulit didapat. 

Bahkan, Ketua Dewan Pembina Gopan Tri Hardianto menyebut pemerintah memiliki waktu dua bulan untuk mencari solusi pasokan jagung dengan kualitas dan harga yang sesuai bagi peternak rakyat. Jika solusi tak kunjung datang, imbuhnya, maka dipastikan usaha peternakan unggas rakyat akan gulung tikar. 

"Pilihannya impor jagung atau dengan sangat terpaksa impor gandum. Jika tidak maka dua bulan lagi bisa bubar karena barang enggak ada. Kita bisa habis," katanya dalam diskusi Kontroversi Jagung yang diselenggarakan Pusat Kajian Pertanian Pangan dan Advokasi di Jakarta, Selasa (23/5).

Presiden Peternak Layer Indonesia Musbar yang juga menekuni feedmill UMKM mengaku sejak 2016 hingga saat ini usahanya berhenti karena tidak memperoleh bahan baku. "Harganya mahal, barangnya tidak ada. Setelah 2016, saya tidak bisa lagi dapat jagung. Sampai sekarang saya berhenti, tidak nggiling lagi," katanya dalam kesempatan yang sama. 

Musbar menanti langkah pemerintah menjaga pasokan jagung bagi peternak unggas rakyat. Apalagi saat ini mulai terlihat gejala harga telur di tingkat petani turun dari Rp18.700 menjadi Rp18.000 di Blitar. 

"Tanpa jagung, tidak terbayangkan dampaknya," katanya,

Tag : unggas
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top