Satgas Pangan Harus Lapor Rutin Stok dan Harga

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) minta satuan petugas pangan di Kalimantan Barat untuk melaporkan peredaran stok dan harga bawang putih setiap hari yang dijual di pasar tradisional dan retail modern sesuai harga eceran tertinggi.
Yanuarius Viodeogo | 23 Mei 2017 22:36 WIB
Pedagang menata bawang putih impor di pasar kota, Lhokseumawe, Aceh, Jumat (12/5). - Antara/Rahmad

Bisnis.com, PONTIANAK – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) minta satuan petugas pangan di Kalimantan Barat untuk melaporkan peredaran stok dan harga bawang putih setiap hari yang dijual di pasar tradisional dan retail modern sesuai harga eceran tertinggi.

Ketua KPPU Pusat Syarkawi Rauf mengatakan, hal itu karena komoditas tersebut mulai merangkak naik di sejumlah kota di Indonesia seperti di Jakarta, Jambi, Riau, Balikpapan, Makassar dan Surabaya. Pihaknya mulai mendapati harga bawang putih berada di antara Rp40.000-Rp60.000 per Kilogram (Kg).

“Paling rawan dalam struktur pasar terjadi persengkongkolan naiknya harga bawang putih di tingkat distributor. Dalam waktu dekat, mungkin besok di Kemenperindag (Kementerian Perindustrian dan Perdagangan) mengumpulkan seluruh Satgas daerah membahas bawang putih,” kata Syarkawi kepada Bisnis di Pontianak, Senin (22/5/2017).

Syarkawi mengutarakan, permainan harga bawang putih paling rentan adalah di tingkat distributor termasuk distributor yang menyuplai komoditas ini di Kalbar. Pasalnya, pemain tersebut dalam struktur pasar tidak banyak jumlahnya jika dibandingkan dengan pemain pasal lain yakni retail.

Hal itu, kata dia, yang menjadi penyebab sangat besar terjadi kartel di level distributor sehingga dia minta pihak kepolisian dan dinas terkait di Kalbar komitmen memonitor dan memberikan laporan harga sebenarnya di tingkat pedagang supaya izin penjual dan distributor bisa dicabut karena tidak mematuhi aturan.

Selain itu, lanjutnya, terdapat kelangkaan komoditas dan harga yang melambung tinggi dengan pola yang hampir sama terjadi di seluruh daerah terangkum dalam temuan timnya.

Pihaknya memiliki informasi dari hasil penelusuran ke pasar-pasar tradisional, seperti ada perbedaan waktu impor bawang putih yang masuk ke masing-masing pasar tradisional.

Menurutnya, kalau bawang putih murah artinya jenis bawang putih yang baru diimpor. Kedua, apabila ditemukan harga bawang putih lebih murah di pasar tradisional dilihat dari asal komoditas itu ditanam. Bawang putih yang masuk ke Indonesia berasal dari China dan terdapat sejumlah provinsi yang mengekspor komoditas tersebut ke Tanah Air.

“Ketiga, ada pemain besar sengaja menimbun bawang putih di gudang. Saat harga naik baru distributor menggelontorkan ke pasar. Belum lama ini, ada temuan 182 ton bawang putih ilegal di Jakarta Utara dan kami melihat kemungkinan terjadi hal sama di daerah lain,” tuturnya.

Padalah, kata dia, harga eceran tertinggi (HET) bawang putih telah disepakati oleh distributor, retailer, pihak kepolisian dan dinas perdagangan seluruh Indonesia termasuk Kalbar.

Tag : kppu, pangan
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top