Freeport: Output Tambang dan Pengiriman Konsentrat Masih Sesuai Target

PT Freeport Indonesia menyatakan tingkat output tambang dan pengiriman konsentrat masih sesuai target terlepas dari aksi mogok karyawan Freeport.
Aprianto Cahyo Nugroho | 24 Mei 2017 16:32 WIB
Aktivitas di tambang Freeport, Papua. - Bloomberg/Dadang Tri

Bisnis.com, JAKARTA – PT Freeport Indonesia menyatakan tingkat output tambang dan pengiriman konsentrat masih sesuai target terlepas dari aksi mogok karyawan Freeport.

Juru bicara Freeport Riza Pratama mengatakan walaupun tingkat produksi masih sesuai target, operasional perusahaan akan lebih baik jika lebih banyak karyawan kembali bekerja.

Pada awal Mei, Riza mengatakan pemogokan karyawan telah mengurangi tingkat produksi perusahaan. Setelah pemogokan, tambang terbuka hanya memproduksi sekitar 38.000 metrik ton bijih per hari, sementara tingkat utilitas pabrik konsentrat menurun.

Sementara itu, Serikat Pekerja PT Freeport Indonesia berencana mengajukan pemberitahuan untuk memperpanjang aksi mogok karyawan hingga 30 Juni mendatang.

Sekretaris Hubungan Industrial Serikat Pekerja PT Freeport Indonesia Tri Puspital kembali menegaskan tuntutan serikat pekerja agar Freeport menghentikan PHK dan mempekerjakan kembali karyawan yang telah diberhentikan.

"Kami berharap pemerintah di Jakarta dapat membantu kami bernegosiasi dengan manajemen, dan kami berharap pemerintah memperhatikan kesejahteraan karyawan, bukan hanya persoalan Kontrak Karya," ungkap Tri, seperti dikutip Bloomberg, Rabu (24/5/2017).

Aksi mogok tersebut dimulai sejak 1 Mei di saat Freeport sedang mempersiapkan untuk meningkatkan operasional dan melanjutkan ekspor dari tambang tembaga setelah menerima izin dari pemerintah sebagai bagian dari kesepakatan jangka pendek mengenai Kontrak Karya perusahaan.

Tri mengatakan, Freeport Indonesia hingga saat ini telah mem-PHK lebih dari 1.000 karyawannya.

Sekitar 10.000 karyawan yang tergabung dalam serikat pekerja ikut dalam aksi mogok tersebut dan hingga saat ini belum ada perundingan resmi dengan perusahaan.

Di lain pihak, Riza tidak berkomentar berapa banyak orang yang dirumahkan oleh Freeport. Menurutnya, perusahaan telah bertindak sesuai dengan hukum yang berlaku dan aksi mogok tersebut tidak memiliki dasar hukum.

Riza menambahkan, walaupun output masih sesuai target, operasional perusahaan akan lebih baik jika lebih banyak karyawan kembali bekerja,

Tag : Freeport
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top