LRT Velodrome - Kelapa Gading Siap 2018

Proyek pembangunan jalur kereta ringan atau LRT rute Velodrome-Kelapa Gading ditargetkan selesai akhir 2017.
Nirmala Aninda | 29 Mei 2017 22:35 WIB
Proyek pembangunan jalur kereta ringan atau LRT rute Velodrome-Kelapa Gading ditargetkan selesai akhir 2017 - Bisnis/Nirmala Aninda

Bisnis.com, JAKARTA – Proyek pembangunan jalur kereta ringan atau LRT rute Velodrome-Kelapa Gading ditargetkan selesai akhir  2017.

Sejak dimulai pada pertengahan Januari lalu, pembangunan yang dilaksanakan oleh PT Wijaya Karya Tbk ini setidaknya sudah rampung  21%.

Pengerjaan sipil diharapkan selesai pada akhir tahun ini dan untuk pengerjaan sistem seperti rel dan power dapat dimulai pada awal 2018.

Satya Heragandhi, Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro), mengatakan pembangunan jalur LRT tersebut akan selesai selambat-lambatnya akhir tahun ini. “Proyek ini merupakan proyek yang biasanya dikerjakan dalam jangka waktu empat tahun. Tapi kita sedang mencoba percepatan sehingga dalam waktu dua tahun proyek ini bisa kita kerjakan.” ujar Satya di Pulomas, Jakarta Timur, Senin (29/5/2017).

Pengerjaan segmen box girder yang nantinya membentuk jalur kereta diperkirakan akan berlangsung selama 3-4 hari per kolom antar tiang penyangga.

Jalur LRT Velodrome – Kelapa Gading ini berjarak 5,8 km dan membutuhkan 1.300 segmen box girder.

Menurut Satya, dari seluruh proyek LRT yang ada di Jakarta saat ini, LRT Velodrome - Kelapa Gading memiliki jarak antar tiang terpanjang yaitu 45 meter jika dibandingkan dengan proyek LRT lainnya yang memiliki jarak antar tiang sekitar 30-35 meter.

Hal ini memberikan lebih banyak ruang terbuka serta memperindah estetika jalan.

Dari segi keamanan, tiang penyangga jalur kereta ringan ini dibangun sesuai SNI 2012 dan mampu menahan guncangan akibat gempa bumi hingga 8,7 skala richter.

Untuk unit kereta, Satya mengatakan saat ini masih dalam proses produksi dan sudah mulai dikirim ke Jakarta pada April 2018.

Agung Budi Waskito, General Manager SU1 PT Wijaya Karya Tbk, mengingatkan kepada masyarakat untuk sedikit bersabar dengan imbas pemasangan segmen box girder terhadap kepadatan lalu lintas. “Kami mungkin malam ini sudah akan memulai pemasangan balok sehingga nanti akan lebih macet daripada sebelumnya.” tutur Agung.

Ia berharap pemasangan segmen box grider dapat berjalan lancar dan cepat sehingga sudah dapat digunakan sebelum ASIAN Games 2018.

Proyek yang bernilai investasi sebesar Rp6,4 triliun ini diharapkan nantinya dapat mengurangi kemacetan di kawasan Rawamangun hingga Kelapa Gading.

Tag : LRT
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top