IA-CEPA: Kerja Sama RI & Australia di Sektor Daging Sapi Telah Berjalan

Forum kerja sama antara Indonesia dan Australia di bidang sektor ketahanan pangan khususnya daging sapi telah berjalan
Nurhadi Pratomo | 30 Mei 2017 13:23 WIB
Pedagang daging sapi. - .Bisnis/Rachman

Bisnis.com, JAKARTA — Forum kerja sama antara Indonesia dan Australia di bidang sektor ketahanan pangan khususnya daging sapi telah berjalan.

Kedua negara telah menyepakati adanya early outcomes atau kerja sama yang dapat diimplementasikan sebelum ratifikasi perundingan Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) di bidang pangan melalui red meat and cattle partnership.

Pimpinan Delegasi Indonesia untuk IA-CEPA Deddy Saleh mengungkapkan kesepakatan tersebut saat ini telah berjalan. Hal tersebut diwujudkan dengan pembiayaan dana hibah dari pemerintah Australia senilai AUD60 juta selama 10 tahun.

“Tujuan dari kerja sama ini adalah swasembada sapi di Indonesia,” kata Deddy di Jakarta, Selasa (30/5).

Dia menjelaskan terdapat tiga area prioritas yakni processing, breeding, dan logistics. Program tersebut diiniasi oleh Perdana Menteri Kevin Rudd dan Susilo Bambang Yudhoyono saat masih menjabat sebagai presiden.

Australia merupakan salah satu mitra dagang strategis Indonesia. Kementerian Perdagangan mencatat total perdagangan Indonesia dengan Australia pada 2016 senilai US$8,45 miliar.

Ekspor Indonesia tercatat senilai US$3,19 miliar dan nilai impor tercatat US$5,26 miliar. Komoditas non migas masih menjadi andalan kedua negara dengan total perdagangan senilai US$7,18 miliar sepanjang tahun lalu sedangkan migas hanya US$1,27 miliar.

Seperti diketahui, peluncuran perundingan tersebut dilakukan pada 2 November 2010. Proses sempat terhenti pada 2011—2015 sehingga dilakukan reaktivasi pada Maret 2016.

Tag : daging sapi
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top