Apindo: Ramadan 2017, Daya Beli Masyarakat Stagnan

Asosiasi pengusaha Indonesia (Apindo) menilai daya beli masyarakat pada Ramadan 2017 stagnan
Nurhadi Pratomo | 12 Juni 2017 22:15 WIB
Hariyadi Sukamdani (kiri). - .

Bisnis.com, JAKARTA — Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menilai daya beli masyarakat pada Ramadan 2017 stagnan.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi B Sukamdani mengungkapkan daya beli masyarakat pada Ramadan 2017 berada dalam kondisi kurang baik. Oleh karena itu dia mengajak semua pihak untuk mengehmbuskan angin positif.

“Asal politiknya kondusif maka banyak orang yang akan melakukan ekspansi usaha,” ujarnya di tengah buka bersama Apindo di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta hari ini, Senin (12/6/17).

Dia menilai Ramadan tahun ini pemerintah tidak memberikan stimulus untuk mendorong daya beli masyarakat. Akibatnya, kenaikan daya beli masyarakat menurutnya dalam kondisi stagnan.

Terkait target pertumbuhan ekonomi, Hariyadi kembali mengungkapkan banyak pelaku usaha yang masih apatis karena kondisi politik dalam negeri.

“Jadi sekarang yang harus ditumbuhkan adalah optisme. Kalau sudah ada maka semua orang akan bergerak,” ujarnya.

Pihaknya menyatakan para pelaku usaha melakukan ekspansi bergantung kepada kondisi pasar dengan melihat kecenderungan daya beli masyarakat.

“Kalau pelaku usaha pasti optimis tetapi kalau pasarnya tidak ada mau bagaimana?,” pungkasnya.

Acara buka bersama Apindo tahun ini diselenggarakan bersama dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) di Grand Hotel Sahid Jaya, Jakarta. Sejumlah tokoh seperti Aburizal Bakrie, Rosan Roeslani, dan Menteri Pariwisata Arief Yahya terlihat menghadiri kegiatan tersebut.

Tag : apindo
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top