IBM Padatkan 330 Juta Buku Dalam Satu Kaset

IBM Research berhasil menyimpan data berukuran 330 terabytes, atau setara dengan teks 330 juta buku, ke dalam segulung pita kaset.
Demis Rizky Gosta | 15 Agustus 2017 14:21 WIB
Ilmuan IBM Research memegang purwarupa pita kaset yang dapat menyimpan data sebesar 201 gigabytes

Bisnis.com, JAKARTA — IBM Research berhasil menyimpan data berukuran 330 terabytes, atau setara dengan teks 330 juta buku, ke dalam segulung pita kaset.

Buat generasi milenial, kaset mungkin sudah jadi barang asing. Kaset yang berisi pita perekam data telah tergeser oleh cakram sejak 1990-an sebagai wadah penyimpan data.

Namun, hilangnya wadah penyimpan berbentuk kaset dengan pita magnetik bukan berarti teknologi tersebut dilupakan. Paling tidak, IBM Research secara konsisten terus berusaha meningkatkan daya tampung pita kaset.

Divisi riset dan pengembangan dari perusahaan teknologi Amerika Serikat tersebut telah memecahkan rekor kapasitas pita kaset sebanyak lima kali sejak 2016. Terakhir, IBM Research berhasil mencapai kapasitas penyimpanan 201 gigabytes per inci persegi menggunakan pita magnetik produksi Sony Storage Media Solutions.

Artinya, dalam sebuah kaset, IBM Research berhasil memadatkan data sebesar 330 terabytes. Data tersebut sebanding dengan kapasitas yang dibutuhkan untuk menyimpan teks dari buku yang disimpan ke dalam lemari buku berjajar dari ujung utara ke ujung selatan Jepang.

Tujuan utama pengembangan kaset oleh IBM Research adalah membuat metode penyimpanan data dengan lebih optimal. Pita magnetik saat ini dipandang sebagai wadah penyimpanan data cadangan skala besar yang paling aman, hemat energi, dan hemat biaya.

Clipper Group menyatakan biaya penyimpanan data menggunakan kaset LTO-5 bisa 15 kali lebih murah dibandingkan biaya penyimpanan menggunakan cakram padat (hard disk) secara jangka panjang pada skala raksasa.

Kaset juga lebih andal daripada cakram. National Energy Research Scientific Computing Center (NERSC) menyatakan potensi penemuan data rusak dalam cakram 100 kali lipat dibandingkan potensi ada data yang rusak dalam kaset.

Tag : teknologi, ibm
Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top