Textileone Bidik Pasar Online

‎Textileone memperluas pasar ke ranah digital dengan membuat aplikasi online untuk sistem operasi Android dan iOS
Regi Yanuar Widhia Dinnata | 13 September 2017 21:29 WIB
Yana Rusyana, Manager Marketing Communication & Quality Assurance Leader PT Satu Cita Potenza (Textileone) tengah menjelaskan keunggulan produk. - .Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA -- ‎Textileone memperluas pasar ke ranah digital dengan membuat aplikasi online untuk sistem operasi Android dan iOS.

Yana Rusyana, ‎Manager Marketing Communication & Quality Assurance Leader PT Satu Cita Potenza (Textileone), menyampaikan jika perusahaan distributor dan marketing tersebut akan menggenjot penjualan dengan strategi perluasan pangsa pasar. Textileone mengincar marketplace baru di ranah digital yang saat ini semakin tumbuh secara positif.

"Kami pada bulan depan akan resmi memperkenalkan www.textileoneshop.com‎ sebagai marketplace kami yang terbaru," kata Yana ketika berkunjung ke kantor Bisnis, Rabu, (13/9/2017).

Menurutnya, tren pembelian tekstil dan produk tekstil kini telah bergeser dari transaksi langsung ke ranah jual-beli secara online. ‎Textileone mengambil langkah tersebut guna beradaptasi dengan perkembangan pasar saat ini.

Adapun rencana Textileone memperkuat jaringan online dengan membangun aplikasi guna kebutuhan sistem operasi Android dan iOS.‎

"Kami menargetkan pada tahun ini [2017] sudah memasarkan produk melalui App Store dan Play Store‎. Jadi baik perorangan maupun instansi pemerintah serta swasta bisa mendapatkan referensi lengkap di sana," ujarnya.

Textileone mematok harga mulai dari Rp40.000-Rp200.000 per meter untuk setiap produk. Kendati demikian harga dapat fluktuatif mengikuti inflasi pasar dan menurut kualitas bahan. Saat ini, Textileone memiliki tiga kategori produk kain, yaitu career collection, professional collection, dan premier collection.

Perusahaan yang telah ada sejak 17 tahun yang lalu ini mengklaim telah menyerap kurang lebih 90% tingkat komponen dalam negeri (TKDN). Porsi impor hanya mencapai kurang dari 10% karena masih dibutuhkan beberapa zat kimia yang tidak dihasilkan di dalam negeri.

Sebanyak 10% impor tersebut disuplai oleh beberapa produsen di Asia seperti China, India dan Jepang. Impor tersebut digunakan untuk kebutuhan salah satu brand yang dimiliki Textileone bernama Imego. Brand tersebut dipadukan dengan zat kimia yang tahan terhadap air, saat ini pengguna dari produk tersebut datang dari instansi kepolisian.

Selain itu, pangsa pasar dari Textileone masih mengincar market domestik dengan nilai perbandingan mencapai 95% pasar lokal dan 5% untuk orientasi ekspor. ‎

"Pasar Indonesia memiliki potensi yang lebih banyak untuk saat ini. Kami fokus untuk memasok guna kebutuhan nasional," imbuhnya.

Perusahaan tekstil khusus untuk kebutuhan seragam ini‎ memiliki klien sebanyak 50% dari swasta dan 50% dari pemerintah. Selain untuk seragam kerja, Textileone juga memiliki produk kain untuk seragam sekolah.

"Tidak seperti tahun-tahun lalu porsi seragam untuk swasta tahun ini menjadi 60% sisanya datang dari pesanan pemerintah," katanya.

Beberapa perusahaan yang menjadi pelanggan Textileone di antaranya Bank Mandiri, Bank Danamon, sejumlah jaringan hotel besar, perusahaan produk konsumen, hingga sejumlah rumah sakit.

Tag : tekstil
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top